Kuasa Hukum Ustadz Fahri Sebut Video Sengaja Dipotong

Kuasa Hukum, H Makmur Raona dan Ustadz Fahri Nusantara

PAREPARE, KILASSULAWESI– H Makmur Raona sebagai Kuasa Hukum Ustadz Fahri Nusantara, seorang ASN di Pemkot Parepare, baru-baru ini menjadi sorotan setelah videonya yang mengandung pernyataan provokatif viral di media sosial.

Ia membeberkan, jika kliennya tidak ada upaya penghasutan seperti kabar yang beredar selama ini. Makmur Raona menegaskan, dalam video tersebut, Fahri terlihat mengajak warga untuk berperang terkait penolakan pendirian Sekolah Kristen Gamaliel di Parepare. Itu tak benar.

Bacaan Lainnya

” Itu adalah video yang dipotong. Jika melihat video yang utuh, klien saya bahkan meminta untuk melihat adanya hal-hal yang dapat merugikan. Terlebih, diskusi ini semata-mata mencari solusi dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait,” ujar Makmur usai mendampingi Fahri di Mapolres Parepare.

Akibat video yang dianggap mengancam kerukunan dan kedamaian, Fahri dilaporkan ke Polres Parepare oleh beberapa organisasi, termasuk GP Ansor, HMI, Jaringan Oposisi Loyal (JOL), Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.

” Video ini sengaja dipotong. Pada hal kegiatan ini dilakukan diruang tertutup, dan panitia pun sepakat beserta peserta agar kegiatan tidak dipublikasikan secara terbuka,”bebernya.

Makmur Raona mengatakan, Ustadz Fahri dalam kegiatan itu hadir sebagai pemberi materi, sebagai tinjauan dalam sisi umat Islam. Mutmainnah dari perizinan. “Konsen diskusi mengenai perizinan pembangunan, bukan penolakan. Dan hasilnya akan dibawah ke pemerintah kota,” tutup Makmur Raona.

Seperti diketahui kondisi tersebut berawal atas terjadinya penolakan atas kelanjutan pendirian Sekolah Kristen Gamaliel. Sekolah Kristen tersebut dibangun di Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang. (*)

 

Pos terkait