JAKARTA, KILASSULAWESI – Dalam upaya memastikan keberlanjutan program makan bergizi gratis (MBG), Presiden Prabowo Subianto melakukan konferensi video bersama para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dari berbagai daerah. Pertemuan ini menjadi momentum bagi Presiden untuk menekankan pentingnya percepatan implementasi program MBG serta pengawasan ketat terhadap distribusinya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para sarjana. Adhian Mahri, perwakilan dari Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatra Utara, melaporkan bahwa pelaksanaan program MBG di daerahnya berjalan lancar.
“Untuk sampai dengan saat ini, semuanya berjalan lancar dan terkendali. Harapan kita semua anak-anak di Asahan dapat segera menerima manfaatnya,” ujar Adhian.
Ia juga menyampaikan rasa harunya karena melalui program ini anak-anak di Kabupaten Asahan dapat menikmati makanan bergizi tanpa membedakan latar belakang sosial. Program ini juga membantu para orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. “Mereka sangat bersyukur. Orang tua merasa anak-anak bisa makan bersama tanpa perbedaan kasta,” lanjut Adhian.
Sementara itu di Kalimantan Barat, perwakilan sarjana, Irman, mengungkapkan bahwa di daerahnya telah ada 26 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang melayani 152 sekolah. Presiden menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dalam pelaksanaan program ini.
“Saya titip, jaga semangatmu, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, awasi dengan baik, jaga kebersihan dapur dan petugas-petugas dapur,” tegas Presiden.
Perwakilan sarjana dari Provinsi Sulawesi Utara, Regina, melaporkan bahwa program MBG di Kota Bitung baru dimulai kemarin dan telah berjalan dengan lancar.
“Bagaimana hari pertama? Lancar?” tanya Presiden.
“Siap, Bapak. Sudah berjalan lancar,” jawab Regina.
Di Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, persiapan pelaksanaan program telah mencapai 100 persen. Dua SPPG di daerah tersebut siap untuk memulai program MBG.
“Di Kabupaten Sidrap, belum ada yang memulai, namun sudah ada dua SPPG yang siap memulai,” lapor perwakilan sarjana.
Presiden mengingatkan bahwa setiap rupiah dalam program ini harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan anak-anak. Beliau menyampaikan bahwa tugas ini adalah tugas mulia untuk meningkatkan gizi serta kualitas pendidikan anak-anak Indonesia.
“Saya tekankan jaga kebersihan, laksanakan dengan sebaik-baiknya, ini adalah tugas mulia untuk anak-anak kita. Jaga setiap rupiah agar dimanfaatkan sepenuhnya untuk anak-anak kita,” pesan Presiden.
Dengan pengawasan yang ketat dan dukungan penuh dari para sarjana, diharapkan program MBG dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak di seluruh Indonesia.(*)






