BONE-Usai shalat subuh, Rabu 5 Maret 2025, Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman tak langsung istirahat. Bupati malah sudah memulai aktivitas dengan mengumpulkan satgas kebersihan di alun alun Lapangan Merdeka Kota Watampone.

Hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dray Vibrianto, SIP., M.Si, Sekretaris DLH Andi Rahmat, SSTP, Kabid Tata Lingkungan Andi Habibie, ST., M.Si, Kabid Persampahan A. Heriadi, S.Sos, Kabid Pengendalian A. Takdir, dan Kabid Penaata Muh. Aspar.
Bupati pada kesempatan itu menegaskan pentingnya disiplin kerja.
Bupati menegaskan, seluruh petugas kebersihan, termasuk penyapu jalan, pembersih taman, petugas lumpur saluran, serta buruh sampah harus terus meningkatkan kinerjanya.
“Bahwa mereka yang bekerja dengan baik akan mendapatkan apresiasi berupa reward, sementara bagi mereka yang tidak menunjukkan etos kerja yang baik, sanksi menanti, tegas bupati.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap Dinas Lingkungan Hidup, Bupati Bone menyampaikan bahwa DLH adalah salah satu dinas yang pekerjaan utamanya memiliki nilai ibadah.
Dengan tugas utama menjaga kebersihan kota dan membebaskan masyarakat dari sampah, ia menganggap bahwa pekerjaan ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya estetika kota. Ia ingin kota Bone tetap mempertahankan Piala Adipura . Termasuk mengimbau agar petugas kebersihan mereka tetap menjaga keselamatan dengan menggunakan sepatu dan alat pelindung diri saat bekerja.
“Saya pribadi sangat mengapresiasi keberhasilan DLH dalam mengantarkan Bone meraih Piala Adipura. Prestasi harus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan agar Bone tetap dikenal sebagai kota yang bersih dan hijau,” tukasnya.
Sementara itu, Kabid Tata Lingkungan, Andi Habibi kepada media ini menyebutkan jika pada kesempatan itu, bupati juga menekankan pentingnya perawatan ruang terbuka hijau.
Bupati lanjut Andi Habibi, meminta agar dilakukan pemangkasan pohon dan pembersihan taman secara berkala agar kota tetap terlihat rapi dan asri.
“Bapak Bupati Bone juga memberikan motivasi bagi jajaran DLH khususnya petugas kebersihan. Bagi yang rajin dan berprestasi akan diberikan reward promosi jabatan,” pungkasnya.
Habibi menegaskan bahwa status pekerjaan seseorang, apakah sebagai sopir mobil sampah atau petugas motor sampah, tidak menjadi penghalang untuk naik jabatan.
“Sepanjang mereka memenuhi persyaratan kepangkatan, mereka bisa saja menduduki jabatan eselon di pemerintahan,” tutupnya.
*






