Asiswa Karim Kandidat Kuat Ketua KONI Bone, Didukung Mayoritas Cabor

BONE–Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone segera menggelar musyawarah olahraga kabupaten (Musorkab).

Pendaftaran resmi dibuka Kamis 20 Maret hari ini. Adapun Musorkab digelar April bulan depan.

Meski pelaksanaan Musorkab baru digelar bulan depan, namun sudah mencuat siapa Ketua KONI nantinya.

Asiswa Karim, mantan Kadis Ketenaga Kerjaan disebut sebut menjadi kandidat kuat Ketua KONI Bone. Ia juga didukung mayoritas cabang olahraga (Cabor) di Bone.

“Untuk pelaksanaan Musorkab, rencananya digelar bulan depan,” kata tim penjaringan ketua KONI Bone, A Akbar.

Asiswa sendiri telah mengantongi 30 rekomendasi dari cabang olahraga (cabor). Itu sudah jauh melampaui syarat minimal 13 rekomendasi. Dari total 39 cabor di Kabupaten Bone, hanya tujuh yang belum memberikan dukungan, sementara satu cabor, Pickleball, belum bisa berpartisipasi karena belum dilakukan pelantikan pengurusnya.

Usai mendaftar, Asiswa mengaku keikutsertaannya dalam pemilihan Ketua KONI bukan karena ambisi pribadi, melainkan dorongan dari berbagai pihak yang menginginkan perubahan dan peningkatan prestasi olahraga di Bone.

“Saya ikut kontestasi bukan karena kemauan sendiri, tapi karena ada harapan teman-teman. Saya ingin kembali mengabdi dan bernostalgia dengan dunia olahraga Bone. Saya lama di KONI, pernah menjadi Wakil Ketua I, dan pernah menjadi Plt pada masa transisi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara KONI dan berbagai pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah.

“KONI tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada konektivitas dengan Pemda. KONI ini adalah perpanjangan tangan Pemda, dan yang bertanggung jawab terhadap pembinaan olahraga adalah Bupati. Jadi, sinergi itu sangat penting,” jelasnya.

Asiswa Karim juga memiliki visi yang jelas dalam pembinaan olahraga di Bone. Menurutnya, pembinaan harus efektif, inovatif, dan dimulai sejak Pra-Porda sebelum menargetkan prestasi di Pekan Olahraga Daerah (Porda).

“Kita harus genjot di Pra-Porda dulu, baru berbicara Porda. Saya tahu peta olahraga di Bone, dan saya paham cabang olahraga mana yang harus didorong untuk mendulang medali. Saya sudah bertemu dengan Bupati, dan harapannya sama: bagaimana Bone bisa berprestasi,” tegasnya.

Salah satu fokusnya adalah pengembangan atlet lokal dengan sistem pembinaan jangka panjang. Menurutnya, atlet lokal harus menjadi prioritas dalam setiap kejuaraan agar Bone bisa mencetak lebih banyak juara di tingkat provinsi maupun nasional.

*

Pos terkait