Putus Mata Rantai Perkembangbiakan Nyamuk DBD, PKM Polewali Bersama Desa dan Masyarakat Lakukan Fogging

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: SFHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 93.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Polewali Mandar,– Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas (PKM) Polewali kecamatan Binuang bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat melakukan aksi fogging atau pengasapan di sejumlah wilayah rawan nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD,Sabtu 17 Mei 2025.

Fogging atau pengasapan ini dilakukan di dusun Kampung baru desa Tonyaman, masyarakat sekitar antusias menyambut aksi fogging ini yang dinilai ada upaya pencegahan dari petugas kesehatan dan pemerintah terkait adanya kasus DBD yang muncul di wilayah ini.

Bacaan Lainnya

“Kami merasa lebih tenang setelah dilakukan fogging, apalagi saat ini sedikit- sedikit ada hujan,” ujar Tansilu, warga setempat.

Kegiatan fogging ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus demam berdarah di lingkungan ini dalam dua pekan terakhir. Tim dari PKM Polewali, yang didampingi oleh aparat desa dan kader kesehatan, menyasar titik-titik strategis seperti saluran air, pekarangan rumah, sekolah, serta tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Kepala Puskesmas Polewali, Hj, Relawati, SKM menjelaskan bahwa fogging ini merupakan langkah darurat untuk memutus mata rantai penularan, namun tetap harus dibarengi dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkala.

“Fogging bukan satu-satunya solusi. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk rutin melakukan 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk, ditambah pencegahan lainnya seperti menggunakan lotion anti nyamuk dan kelambu,” jelas Hj,Relawati

Sementara itu, Kepala Desa Tonyaman Nursyam menyampaikan apresiasi atas kolaborasi aktif antara warga dan tim kesehatan. Menurutnya, upaya menekan penularan DBD tidak lepas dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

PKM Polewali berencana untuk terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat agar kasus DBD dapat ditekan secara maksimal, sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari penyakit menular.(*)

 

Pos terkait