Klakson Menggema di Pelabuhan Nusantara Parepare, Tanda Hormat untuk Para Penjaga Laut Dunia

Aktivitas di Pelabuhan Nusantara, Kota Parepare

PAREPARE– Suara klakson kapal terdengar meraung-raung di Pelabuhan Nusantara Parepare, Rabu, 25 Juni 2025, tepat pukul 11.00 WITA. Empat kapal motor KM Swarna Bahtera, Prince Soya, Panthokrator, dan Cattelya Ekspres membunyikan klakson mereka serentak selama lima menit. Suara nyaring yang memecah kesunyian pelabuhan ini sempat membuat sejumlah warga terhenti, bertanya-tanya.

Bukan sekadar kebetulan. Denting panjang klakson itu adalah penghormatan. Hari ini diperingati sebagai Day of The Seafarer atau Hari Pelaut Internasional 2025 momen global yang ditetapkan untuk mengenang dan mengapresiasi jasa para pelaut yang menjadi garda terdepan perdagangan maritim dunia.

“Benar, hari ini adalah Hari Pelaut Internasional. Tradisi membunyikan klakson kapal ini menjadi simbol solidaritas dan penghargaan atas dedikasi mereka,” ujar I Nengah Suryana Jendra, Branch Manager Pelindo Parepare, saat dihubungi Kilassulawesi.com.

Hari Pelaut Internasional pertama kali ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) pada 2011, berdasarkan Konvensi STCW Manila 2010.

Tujuannya sederhana namun mendalam mengangkat kesadaran masyarakat global bahwa para pelaut adalah pilar penting ekonomi dunia, yang bekerja di balik layar dari aktivitas ekspor-impor hingga distribusi kebutuhan pokok antarnegara.

Parepare, yang dikenal sebagai salah satu simpul maritim di Sulawesi Selatan, turut ambil bagian dalam semangat ini. Peringatan sederhana namun penuh makna ini bukan hanya menjadi panggilan kepada masyarakat untuk menghargai kerja para pelaut, tetapi juga membumikan kembali nilai-nilai solidaritas maritim dari pesisir Nusantara.

“Para pelaut bukan hanya pengemudi kapal. Mereka adalah penjaga rantai suplai dunia yang tak pernah putus, bahkan saat badai pandemi atau konflik global menguji ketahanan logistik,” tambah Suryana.

Sebagian warga yang menyaksikan momen tersebut merasa terkesan. “Awalnya saya kira ada peringatan bahaya, tapi setelah tahu ini untuk Hari Pelaut, saya merasa terharu. Jarang-jarang pelabuhan kita punya momen seperti ini,” ujar Andi, seorang pedagang yang beraktivitas di sekitar kawasan pelabuhan.

Dengan gema klakson yang menggema hingga ke perairan Teluk Parepare, kota ini menegaskan bahwa rasa hormat terhadap para pelaut tidak mengenal batas. Laut mungkin memisahkan daratan, tapi di hari ini, laut justru menyatukan rasa terima kasih umat manusia.(*)

Pos terkait