JAKARTA– PT Pertamina (Persero) kembali menorehkan prestasi gemilang di ranah pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan meraih predikat tertinggi sebagai Pembina UMKM Paling Berdedikasi dalam ajang perdana UMKM BUMN Award 2025. Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian Penganugerahan TJSL & CSR Awards 2025 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.
Kemenangan ini bukan semata pengakuan bagi Pertamina, tapi juga menjadi etalase keberhasilan pendekatan terstruktur dalam membina UMKM. Empat UMKM binaan Pertamina, yang sebelumnya lolos sebagai pemenang Pertapreneur Aggregator 2024, ikut meraih penghargaan bergengsi dalam ajang yang baru pertama kali digelar tahun ini. Mereka adalah Muria Batik Kudus, Putra Abadi, NANAS~QU SSS FOOD, dan KAINNESIA—yang masing-masing mewakili potret sukses UMKM berbasis budaya, inovasi pangan, hingga edukasi wastra.
Muria Batik Kudus dinobatkan sebagai pemenang Gold untuk kategori Best Performance Fashion Sector atas konsistensinya melestarikan budaya melalui pemberdayaan disabilitas dan teknik pewarnaan alami. NANAS~QU SSS FOOD mencetak capaian serupa pada kategori Food & Beverage berkat inovasi olahan nanas tanpa pengawet. Sementara Putra Abadi asal Pagaralam meraih Bronze di sektor kopi, dan KAINNESIA, lewat inisiatif Swantara – Sekolah Wastra Nusantara, menyabet Gold pada kategori Education & Training.
Menurut Rudi Ariffianto, Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), penghargaan ini merupakan buah dari proses kurasi, pembinaan, dan agregasi pasar yang dijalankan Pertamina secara sistematis dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen agar UMKM binaan mampu naik kelas, tidak hanya tumbuh secara lokal, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional dan global,” jelas Rudi.
Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini merefleksikan sinergi kuat antara sektor usaha dan arah kebijakan nasional. Rudi menegaskan bahwa peran BUMN seperti Pertamina adalah menjadi katalisator bagi kemandirian dan keberlanjutan UMKM. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas, membina wirausaha baru, dan memperkuat industri kreatif nasional.
“Pertamina dinilai berhasil memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif, berbasis potensi lokal, dan berorientasi masa depan,” pungkasnya.(*)






