BONE–Rencana pembangunan Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) dipertanyakan sejumlah anggota DPRD Bone. Apalagi anggaran untuk pembangunan IPLT ini tergolong besar, mencapai Rp8 miliar.
Sebelumnya, pemkab Bone melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bone bakal membangun Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Passippo Kecamatan Palakka.
Untuk pembangunan TPA ini, Dinas Bina Marga menyiapkan anggaran berkisar Rp8 miliar.
IPLT itu akan dibangun di TPA di Desa Passippo, Kecamatan Palakka. Rp 8 miliar anggarannya dari DAK (Dana Alokasi Khusus),” ujar Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Bone, H Askar kepada wartawan.
Rencana pembangunan IPLT ini dipertanyakan oleh sejumlah wakil rakyat khususnya di Komisi III DPRD Bone.
Sekretaris Komisi III DPRD Bone, Andi Yusuf Nuryawan menilai pembangunan IPLT belum mendesak. Apalagi hanya kolam penampungan yang akan dibangun. Sementara untuk IPLT, teknologi penggunaannya juga sangat penting.
“Perlu kita pertanyakan input dan outputnya ini di adakannya IPLT. Terus informasi yang beredar ini hanya pengadaan kolam penampungan tinja , sedangkan teknologi pengelolaannya belum dipahami,” kata legislator dari Fraksi Gerindra DPRD Bone ini.
Ia menegaskan, untuk pembangunan IPLT, harusnya dibarengi dengan teknologi.
“Harusnya pahami dulu teknologinya baru pengadaan aspek penunjang , jangan jangan ujung ujungnya jadi proyek mandek dan tidak bermanfaat,” tegasnya.
Ia menilai, pengadaan armada sampah saat ini justru lebih mendesak dibandingkan pembangunan IPLT.
“Sebaiknya pemerintah lirik urgensi yang ada di depan mata , yaitu pengadaan armada pengangkut sampah. Kasihan itu para tenaga kerja kebersihan yang dari bangun sampai tidur kembali fikir akan kebersihan daerah tapi tidak di dukung armada yang memadai,” tutupnya.
*






