Jompie, Oase Hijau di Tengah Kota: CSR Pertamina Menumbuhkan Harapan

Petugas Kebun Raya Jompie saat memberikan penjelasan kepada pelajar yang berkunjung

Di tengah hiruk-pikuk Kota Parepare, tersembunyi sebuah oase hijau yang kini mulai bersinar kembali Kebun Raya Jompie. Tempat ini bukan sekadar ruang terbuka hijau, tetapi juga laboratorium hidup bagi pelestarian tanaman endemik Sulawesi Selatan.

Namun, di balik keindahannya, Jompie sempat mengalami masa suram minim pengunjung, terbatasnya fasilitas, dan kurangnya tenaga teknis. Hingga akhirnya, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Parepare hadir dengan program CSR yang mengubah wajah Jompie menjadi destinasi edukatif dan ekowisata yang membanggakan.

Bacaan Lainnya

Firman, Community Development Officer Pertamina, yang ditemui diarea Kebun Raya Jompie, Rabu, 6 Agustus 2025, mengisahkan awal mula keterlibatan mereka. “Saat kami berkunjung, kami melihat banyak potensi yang belum tergarap. Tidak ada aktivitas edukatif, identitas tanaman minim, dan pelayanan pengunjung belum optimal. Kami pun berdiskusi dengan pengelola Kebun Raya Jompie dan merancang program bersama Dinas Pendidikan Parepare,” ujarnya.

Salah satu terobosan penting adalah menjadikan kunjungan ke Kebun Raya Jompie sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Anak-anak dari berbagai sekolah di Parepare kini diwajibkan berkunjung, membuka pintu edukasi lingkungan sejak dini.

“Ini bukan sekadar promosi, tapi cara kami memperkenalkan hutan kota kepada generasi muda. Mereka harus tahu bahwa di tengah kota, ada kekayaan hayati yang langka dan bernilai tinggi,” tambah Firman.

Kunjungan ke Kebun Raya Jompie di Kota Parepare, nampak petugas memberikan penjelasan kepada pengunjung

Transformasi Jompie tak hanya terlihat dari jumlah pengunjung yang meningkat, tetapi juga dari semangat para teknisi yang kini lebih terlatih dan percaya diri. Rudi Hartono, tenaga teknis Jompie, mengakui perubahan signifikan sejak tahun 2021. “Dulu kami hanya bertahan, pengunjung sepi, SDM terbatas. Tapi sejak Pertamina masuk, kami diberi pelatihan, seragam, dan fasilitas bermain. Bahkan kami diajari cara menyambut tamu dan menjelaskan koleksi tanaman,” tuturnya.

Kini, Kebun Raya Jompie memiliki lebih dari 700 spesies tanaman, termasuk jenis langka seperti kayu hitam dan tanaman apotek hidup. Pertamina juga mendukung ekspedisi pencarian tanaman endemik baru ke hutan-hutan sekitar. “Kami ingin menjadikan Jompie sebagai pusat edukasi dan penelitian. Anak-anak bisa belajar langsung tentang tanaman yang sulit ditemukan di tempat lain,” kata Rudi.

Dampak ekonomi pun terasa. Sebelum program CSR berjalan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Jompie hanya sekitar Rp 35 juta. Setelah intervensi Pertamina, angka itu melonjak menjadi Rp 60 juta, dan kini ditargetkan mencapai Rp 70 juta. Selain itu, program beasiswa Sahabat Bumi dari Pertamina juga telah menyentuh keluarga pegawai Jompie, membuka harapan baru bagi pendidikan anak-anak mereka.

Kebun Raya Jompie kini bukan hanya tempat wisata, tetapi simbol kolaborasi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat. Sebuah bukti bahwa CSR bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan ekosistem dan generasi muda.(*)

Pos terkait