Dari Laut ke Langit: Sulsel Luncurkan Era Baru Transportasi Amfibi

Launching pesawat amfibi (seaplane) pertama di Sulsel

MAKASSAR– Langit pagi di Taman Andalan CPI Makassar menjadi saksi sejarah baru bagi Sulawesi Selatan. Di hadapan lebih dari seratus tamu undangan, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi secara resmi meluncurkan pesawat amfibi (seaplane) pertama di Sulsel, sekaligus memimpin prosesi ground breaking pembangunan Water Aerodrome Sulsel.

Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya era baru transportasi terpadu yang menghubungkan daratan, kepulauan, dan pesisir Sulawesi Selatan secara lebih cepat dan efisien.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menyebut peluncuran seaplane sebagai “sejarah baru dalam pengembangan infrastruktur transportasi dan pariwisata daerah”.

Ia menekankan bahwa kehadiran moda transportasi amfibi ini akan membuka akses lebih luas ke wilayah kepulauan, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perikanan, dan perdagangan.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi pun menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung inovasi transportasi daerah. “Mari jadikan momen ini sebagai komitmen bersama untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan bekerja nyata demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Senin, 11 Agustus 2025.

Momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan prasasti ground breaking Water Aerodrome serta sejumlah kesepakatan strategis:

– Pemerintah Provinsi Sulsel bersama PT Surya Mataram Nusantara dan PT Star Wisata Air menandatangani MoU terkait subsidi transportasi udara, termasuk operasional seaplane.
– Launching resmi seaplane dilakukan oleh Menteri Perhubungan bersama unsur Forkopimda dan mitra terkait.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi nasional dan daerah, termasuk Dirjen Perhubungan Laut dan Udara, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Wakil Ketua DPRD, Pangdam XIV/Hasanuddin, Kapolda Sulsel, serta para bupati/walikota se-Sulsel.

Kehadiran mereka menegaskan dukungan lintas sektor terhadap transformasi transportasi di wilayah ini. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 09.45 WITA dengan aman dan lancar.

Launching seaplane dan ground breaking aerodrome bukan hanya seremoni, melainkan langkah konkret menuju konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.(*)

Pos terkait