BANTEN– Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan aplikasi “All Indonesia” sebagai langkah strategis untuk menyederhanakan proses kedatangan wisatawan mancanegara di bandara dan pelabuhan internasional.
Aplikasi ini mengintegrasikan layanan imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina dalam satu platform digital, yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan ke Indonesia.
Peluncuran aplikasi dilakukan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa.
“Integrasi layanan lintas sektor ini adalah bagian dari upaya kita untuk meningkatkan customer experience pariwisata Indonesia. Wisatawan akan merasakan proses kedatangan yang lebih cepat, efisien, dan nyaman,” ujar Ni Luh Puspa dalam sambutannya, kemarin.
Ia menegaskan bahwa kemudahan akses dan pelayanan di pintu masuk negara menjadi faktor penting dalam menarik minat wisatawan mancanegara. “Dengan proses kedatangan yang lancar, wisatawan bisa langsung fokus menikmati keindahan dan keramahtamahan Indonesia,” tambahnya.
Ni Luh juga menyatakan komitmen Kementerian Pariwisata untuk berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait demi memastikan implementasi aplikasi “All Indonesia” berjalan optimal di seluruh pintu masuk internasional. “Pariwisata tidak bisa bergerak sendiri. Ekosistem lintas sektor harus saling mendukung agar tercipta pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, turut menyoroti pentingnya inovasi dalam pelayanan keimigrasian. Ia memaparkan bahwa jumlah kedatangan ke Indonesia terus meningkat dari 20 juta orang pada 2023 menjadi 24 juta pada 2024, dan mencapai 20 juta hanya dalam sembilan bulan pertama tahun 2025.
“Pintu gerbang negara kita adalah etalase bangsa. Sistem deklarasi lintas batas yang modern dan ramah adalah wajah pertama Indonesia di mata dunia,” kata Agus.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menjelaskan bahwa aplikasi ini tidak hanya mencatat kedatangan warga negara Indonesia dan asing, tetapi juga mengintegrasikan fungsi karantina terhadap tumbuhan, hewan, ikan, dan produk-produk terkait.
“Kita ingin semua yang masuk ke Indonesia merasa percaya diri dan nyaman. Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi juga tentang membangun impresi positif bagi investor dan mitra internasional,” ujar AHY.
Peluncuran aplikasi “All Indonesia” turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Menteri PAN-RB Rini Widyantini, menandai sinergi lintas kementerian dalam mendukung digitalisasi layanan publik dan penguatan sektor pariwisata nasional.(*)






