PAREPARE– Suasana penuh khidmat menyelimuti lapangan SMAN 2 Kota Parepare saat sekolah terbesar di kota ini menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-31 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Kepala UPT SMAN 2 Parepare, Mardiah, bertindak sebagai inspektur upacara. Ratusan tenaga pendidik bersama siswa-siswi mengikuti jalannya upacara dengan tertib, menjadikan momentum ini sebagai penghormatan nyata terhadap profesi guru.
Nuansa Adat Bugis Warnai Upacara
Ada yang berbeda dari pelaksanaan upacara kali ini. Kepala sekolah dan para guru tampil anggun mengenakan pakaian adat Bugis, menambah kekhidmatan sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Usai upacara, para siswa memberikan hadiah sederhana kepada guru dan wali kelas mereka sebagai bentuk ucapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian.
Dalam sambutan yang membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, Mardiah mengangkat tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Pesan ini menegaskan peran guru sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa.
Kebijakan Baru untuk Guru
Amanat menteri membawa kabar gembira bagi dunia pendidikan:
– Beasiswa RPL Rp3 juta per semester bagi 12.500 guru yang belum berpendidikan D4/S1 mulai 2025.
– Kuota beasiswa meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026.
– Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000 per bulan.
– Pengurangan beban administratif dan fleksibilitas jam mengajar agar guru lebih fokus mendidik.
Selain itu, pemerintah menyiapkan pelatihan kompetensi meliputi pendidikan profesi guru, bimbingan konseling, pembelajaran mendalam, coding, kecerdasan artifisial, hingga kepemimpinan sekolah.
Tantangan Guru di Era Digital
Dalam pidato menteri, disampaikan bahwa guru kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks: tekanan sosial-ekonomi, tuntutan masyarakat, hingga persoalan moral dan budaya. Murid pun berhadapan dengan masalah serius seperti kecanduan gawai, judi online, kesulitan ekonomi, dan konflik keluarga.
Guru diharapkan tetap tampil berwibawa, menjadi teladan, mentor, sekaligus sahabat bagi siswa, baik di dalam maupun di luar kelas.
Upacara di SMAN 2 Parepare bukan sekadar seremonial, tetapi juga momentum apresiasi. Hadiah dari siswa, pakaian adat Bugis, dan semangat kebersamaan menjadi simbol kuat bahwa guru bukan hanya pengajar, melainkan pilar moral dan budaya bangsa.(*)






