MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mencatatkan sejarah baru dalam tata kelola birokrasi. Untuk pertama kalinya, pengisian jabatan Eselon II di lingkup Pemprov Sulsel dilakukan melalui sistem manajemen talenta, bukan lagi lewat mekanisme lelang jabatan.
Pelantikan tujuh Pejabat Tinggi Pratama itu berlangsung di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin, 19 Januari 2026, kemarin. “Pelantikan ini sejarah karena full talent pertama di Sulsel dilakukan tidak melalui lelang, tetapi menggunakan metode manajemen talenta. Proses ini menempatkan seseorang yang berkinerja terbaik agar dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi secara optimal,” tegas Andi Sudirman.
Menurutnya, pendekatan manajemen talenta adalah strategi untuk memastikan birokrasi diisi figur profesional, adaptif, dan berorientasi hasil. Dengan sistem ini, ia berharap pejabat yang dilantik semakin responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Andi Sudirman juga menekankan pentingnya dukungan penuh terhadap program prioritas pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, serta program unggulan Pemprov Sulsel.
“Kami berharap para pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas pemerintahan dengan baik, mensupport penuh pelaksanaan program prioritas, serta memperkuat sinergi dengan instansi vertikal dan pemerintah kabupaten/kota,” ujarnya.
Nama-Nama Pejabat Dilantik:
– Ir. Taufiq, S.Pt., M.Si – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
– Yarham Y., S.STP., M.Si – Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah
– Andi Munawir, S.Pt., M.M – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat
– Irawan Dermayasamin Ibrahim, S.T., M.Si – Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa
– Syamsul S., S.T – Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan
– Suhartono Nurdin, S.Pi., M.P., Ph.D – Kepala Biro Umum
– Jayady, S.E., M.M – Kepala Biro Organisasi
Dari sekian nama yang dilantik, salah satunya adalah Syamsul S., S.T yang kini menjabat Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan. Syamsul tercatat sebagai alumni SMPN Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Kehadirannya di jajaran pejabat tinggi Pemprov Sulsel menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Barru, sekaligus bukti bahwa sistem talenta membuka ruang bagi figur daerah untuk tampil di panggung birokrasi provinsi.
Pelantikan berbasis talenta ini menjadi sinyal perubahan arah birokrasi Sulsel. Tidak lagi sekadar formalitas lelang jabatan, melainkan seleksi berbasis kinerja dan rekam jejak. Publik kini menunggu, apakah sistem ini benar-benar melahirkan pejabat yang lebih gesit, transparan, dan berorientasi pada pelayanan. (*)






