JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew menegaskan, pentingnya penguatan pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah dinamika global yang berdampak pada sektor energi nasional.
Menurutnya, lemahnya pengawasan selama ini membuka celah terjadinya penimbunan hingga penyalahgunaan BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Perkuat pengawasan dan distribusi BBM agar tidak terjadi penimbunan dan penyalahgunaan. Peruntukan BBM subsidi harus benar-benar tepat sasaran,” tegasnya di Jakarta, Jumat (03/04/2026).
Ia menilai, praktik penyalahgunaan BBM subsidi masih kerap ditemukan di lapangan, sehingga diperlukan langkah tegas dari pemerintah untuk memastikan distribusi berjalan adil dan transparan.
Selain itu, Cheroline juga mendorong pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di kawasan timur, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“Pengembangan EBT harus dipercepat, khususnya untuk sektor kelistrikan. Wilayah timur Indonesia seperti Papua memiliki potensi besar, tetapi belum dimaksimalkan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia perlu mengambil langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional. Upaya tersebut mencakup penguatan cadangan energi, peningkatan kapasitas produksi dan penyimpanan dalam negeri, serta percepatan transisi menuju energi berkelanjutan.
“Ketahanan energi harus diperkuat dari sekarang, baik dari sisi pasokan maupun stabilitas harga. Ini penting agar Indonesia tidak mudah terdampak gejolak global,” tambahnya.
Dorongan ini menjadi sinyal kuat agar pemerintah tidak hanya fokus pada distribusi energi saat ini, tetapi juga mulai mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan di masa depan.(*)






