MAROS – Persaingan menuju kursi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Maros kian mengerucut, Kamis (23/4/2026).
Dari sejumlah nama yang sempat mencuat, kini hanya tersisa tiga kandidat utama, yakni Johansah Haruna, Wawan Mattaliu, dan petahana Havid S Fasha.
Ketiganya bersiap menghadapi tahapan krusial, yakni Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK), yang akan menjadi penentu arah kepemimpinan partai ke depan.
Di antara para kandidat, nama Havid S Fasha dinilai masih berada di posisi terdepan. Statusnya sebagai petahana, ditambah rekam jejak kepemimpinan yang cukup solid, menjadi modal kuat dalam kontestasi internal PKB Maros kali ini.
Sementara itu, sejumlah bakal calon lain dipastikan tidak melanjutkan proses penjaringan. Diantaranya Muliati dan Muh. Yusuf yang merupakan Anggota DPRD Maros, serta Ansar selaku Sekretaris Umum. Mereka tidak bersedia maju atau gugur pada tahap awal seleksi.
Tahapan UKK bagi bakal calon Ketua DPC PKB se-Sulawesi Selatan mulai berlangsung pada kamis hari ini. Havid menegaskan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme partai dan hasilnya akan ditentukan di tingkat pusat. “Semua hasil fit and proper test nanti akan dibawa ke DPP. DPP yang menentukan siapa yang layak untuk ditetapkan,” katanya.
Dalam proses ini, PKB melibatkan akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) guna memastikan penilaian dilakukan secara objektif dan komprehensif, mencakup kapasitas kepemimpinan hingga capaian politik masing-masing kandidat.
Tahapan selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 29 April mendatang. Jumlah kandidat diperkirakan kembali menyusut. “Bisa saja dari tiga ini nanti tinggal dua, bahkan satu, tergantung hasil penilaian,” jelasnya.
Kekuatan Havid sebagai petahana tidak lepas dari capaian politik yang pernah diraih. Di bawah kepemimpinannya, PKB Maros berhasil bangkit dari kondisi tanpa kursi di DPRD, hingga meraih empat kursi pada Pemilu 2019. “Waktu saya masuk, PKB belum punya kursi. Tahun 2019 kita bisa dapat empat kursi,” ungkapnya.
Pada periode berikutnya, perolehan kursi memang menurun menjadi tiga. Namun, ia menilai basis dukungan partai tetap stabil. “Kalau melihat massa riil di bawah, sebenarnya masih stabil,” katanya.
Selain capaian elektoral, soliditas internal partai juga menjadi faktor penting. Havid menekankan bahwa membesarkan partai membutuhkan konsistensi dan komitmen jangka panjang. “Namanya kita pejuang untuk membesarkan partai, tidak bisa mundur. Harus terus maju,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga kebersamaan, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai ketua. “Siapa pun yang terpilih, kita tetap harus membantu. Yang penting bagaimana partai ini bisa lebih berkembang,” tambahnya.
Di tengah proses tersebut, PKB Maros masih menghadapi sejumlah tantangan organisasi, salah satunya belum memiliki sekretariat definitif dan masih menggunakan sistem sewa. “Sekretariat sementara ada, tapi masih sewa. Belum ada yang definitif milik partai,” ujarnya.
Sementara itu, pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) masih menunggu keputusan resmi dari DPP dan akan digelar setelah seluruh tahapan UKK rampung.






