Imigrasi Parepare Turun ke Kampung Pisang, Warga Disuguhi Layanan Kesehatan Gratis

Usai kegiatan warga Kampung Pisang mendapat bingkisan dari pihak Imigrasi

PAREPARE– Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare menunjukkan wajah berbeda dari sekadar urusan dokumen perjalanan. Pada Jumat, 24 Maret 2026, mereka turun langsung ke Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, ikut dalam kegiatan Jumat Peduli dengan menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan yang digelar bersama Dinas Kesehatan Kota Parepare ini disambut antusias warga. Sejak pagi, sekitar 60 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, konsultasi medis, hingga menerima obat sesuai kebutuhan. Tenaga kesehatan profesional memastikan layanan berjalan optimal, sementara Imigrasi Parepare menambah sentuhan kepedulian dengan membagikan paket snack sehat, susu, dan minyak kayu putih.

Bacaan Lainnya

Partisipasi Imigrasi Parepare bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari implementasi program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Kepala Kantor Imigrasi, Ade Yanuar, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah komitmen institusi menghadirkan pelayanan publik yang humanis dan responsif.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara aparat pemerintah dan masyarakat. Kehadiran Imigrasi Parepare di tengah warga Kampung Pisang memperlihatkan bahwa institusi negara tidak hanya hadir dalam urusan administrasi, tetapi juga peduli terhadap aspek sosial dan kesehatan. Warga pun menilai langkah ini sebagai bentuk nyata dari pelayanan publik yang lebih dekat, transparan, dan responsif.

Lurah Kampung Pisang, Darlan N, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran Imigrasi Parepare bersama Dinas Kesehatan menjadi bukti nyata sinergi antarinstansi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Warga merasa diperhatikan, bukan hanya dari sisi administrasi kependudukan, tetapi juga kesehatan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi instansi lain,” ujar Darlan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat citra pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, instansi terkait dapat mendengar keluhan warga secara langsung, sekaligus membangun kepercayaan publik yang selama ini kerap dipertanyakan.

Partisipasi lintas instansi seperti ini menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga bukan sekadar jargon, melainkan aksi nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dari pelayanan kesehatan hingga edukasi pola hidup sehat, kegiatan Jumat Peduli menjadi simbol bahwa pemerintah hadir bukan hanya di ruang rapat, tetapi juga di lorong kampung. (*)

 

Pos terkait