Bupati Sidrap Buka LDKO Sekolah Rakyat, Siapkan Generasi Tangguh Menuju 2045

Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 66 di Kawasan Wisata Datae, Kecamatan Watang Pulu.

SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) bagi siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 66, di Kawasan Wisata Datae, Kecamatan Watang Pulu, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon itu diikuti 100 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Momentum tersebut dimanfaatkan Bupati untuk menanamkan semangat kepemimpinan dan daya juang kepada para peserta.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Syaharuddin menegaskan, bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang dirancang bukan hanya untuk mencerdaskan siswa, tetapi juga membentuk karakter pemimpin masa depan.

“Anak-anakku semua, Sekolah Rakyat dipersiapkan untuk membentuk karakter kepemimpinan di masa yang akan datang. Fasilitas mewah dan guru pintar tidak cukup tanpa kesungguhan dari diri sendiri. Kalian harus menjadi mental petarung dan mental juara,”tegasnya.

Menurut Syaharuddin, keterlibatannya dalam pengembangan Sekolah Rakyat sejak awal didorong cita-cita besar untuk melahirkan generasi sukses dari Sidrap.

“Target saya, ada 1.000 anak Sidrap yang berhasil. Maka Sidrap di tahun 2045 akan mencapai masa keemasannya. Sekolah Rakyat ini adalah tempat yang pas bagi mereka yang ingin mengubah nasib dan martabat keluarga,”ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memaparkan perkembangan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang kini hampir selesai. Ia memperkirakan proses perpindahan ke lokasi baru akan dilakukan pada Juni atau Juli mendatang.

“Sebentar lagi kita akan pindah ke sekolah permanen. Bangunannya luar biasa, asramanya lengkap, bahkan fasilitas olahraganya sangat memadai. Ini akan menjadi sekolah terbaik di seluruh Sulawesi Selatan,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sidrap, Wahidah Alwi melaporkan bahwa saat ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 66 menampung 200 siswa. Rinciannya, jenjang SD sebanyak 50 siswa (2 rombel), SMP 100 siswa (4 rombel) dan SMA 50 siswa (2 rombel).

“Pemerintah daerah menargetkan jumlah peserta didik meningkat menjadi 800 siswa pada tahun ajaran 2026/2027,”ucapnya.

Ia juga menegaskan, seluruh kebutuhan siswa di Sekolah Rakyat, mulai dari seragam hingga biaya operasional, ditanggung sepenuhnya oleh negara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Wahidah Alwi, Camat Watang Pulu Mansur, Kapolsek Watang Pulu, perwakilan Dinas TPHPKP, Dinas Lingkungan Hidup, lurah se-Kecamatan Watang Pulu, kepala sekolah, para pembina serta panitia pelaksana.

Dengan penguatan karakter melalui LDKO dan dukungan fasilitas pendidikan yang terus berkembang, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap Sekolah Rakyat menjadi pusat lahirnya generasi tangguh, berdaya saing dan siap memimpin masa depan.(*)

Pos terkait