Netralitas Jadi Harga Mati, Suardi Thahir Pendaftar Perdana Ketua PWI Sulsel 2026–2031

H Mappiar saat mengambil formulir di Kantor PWI Sulsel

MAKASSAR– Pendaftaran calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan untuk periode 2026–2031 resmi dibuka. Figur pertama yang mendaftar adalah tokoh pers senior, H. Suardi Thahir, yang diterima langsung oleh tim panitia Ismail Sellery, Manaf Rahman, Fadil Sunarya, dan Iwan Azis.

Pengambilan formulir dilaksanakan di Kantor PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah, Kota Makassar, oleh mantan Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel sekaligus mantan Direktur Harian Parepos, H. Mappiar HS. Ia menegaskan bahwa Suardi Thahir adalah sosok berpengalaman dan tepat memimpin organisasi wartawan tertua di Indonesia. “Pengalaman beliau dalam memimpin organisasi tak perlu diragukan. Sebagai mantan Pemimpin Redaksi Harian Fajar, Suardi Thahir punya kapasitas membesarkan PWI Sulsel,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

H. Mappiar menambahkan, calon Ketua PWI Sulsel diwajibkan memiliki Sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat utama, tidak sedang menjalani sanksi organisasi, serta memiliki integritas dan reputasi yang baik di mata anggota maupun masyarakat. Persyaratan lain mencakup pengalaman sebagai pengurus PWI di tingkat kabupaten/kota atau provinsi minimal satu periode penuh.

Panitia juga menegaskan pentingnya netralitas dan profesionalisme calon ketua. Mereka yang sedang menjabat sebagai pejabat politik atau pengurus partai politik tidak diperkenankan mencalonkan diri.

Momentum pendaftaran ini menjadi sorotan karena sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menekankan pentingnya independensi dalam kepemimpinan organisasi pers. Ia berharap Ketua PWI Sulsel ke depan tidak memiliki keterikatan dengan partai politik, demi menjaga profesionalitas dan marwah organisasi.

Konferensi pemilihan Ketua PWI Sulsel dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. PWI sebagai organisasi wartawan terbesar di Indonesia kini menanti figur yang mampu membawa semangat baru, menjaga independensi, sekaligus memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi.(*)

Pos terkait