SPBU Sarampu Pastikan Penyaluran BBM Sesuai Aturan Pertamina

POLMAN – Video lama yang kembali beredar di media sosial terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 74.91.364 Sarampu, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mendapat klarifikasi dari pihak manajemen SPBU.

Manajemen SPBU Sarampu menegaskan bahwa video tersebut merupakan rekaman lama yang diunggah ulang, sehingga tidak menggambarkan kondisi operasional terkini di lapangan.

Bacaan Lainnya

Pihak SPBU juga menjelaskan bahwa sistem pengawasan di SPBU Sarampu telah dilengkapi dengan enam unit kamera pengawas (CCTV) yang aktif selama 24 jam penuh. Seluruh sistem tersebut terkoneksi langsung dengan Pertamina di Makassar serta berada dalam pengawasan Pertamina Patra Niaga Mamuju.

Terkait distribusi BBM, SPBU menyebut mekanisme penyaluran mengikuti ketentuan yang berlaku dari Pertamina. Dalam kondisi tertentu, seperti peningkatan kebutuhan atau ketidakseimbangan stok di wilayah tertentu, distribusi dapat dialihkan sesuai kebijakan agar pasokan tetap stabil.

Untuk pelayanan BBM menggunakan jeriken, SPBU hanya melayani konsumen yang memiliki rekomendasi resmi dari instansi terkait. Adapun kuota yang diberlakukan yakni maksimal 30 liter Pertalite per hari dan 90 liter Solar per hari sesuai aturan.

Namun, beredarnya video tersebut disebut berdampak pada operasional SPBU. Pihak SPBU mengaku menerima Surat Peringatan (SP) dari instansi terkait yang berdampak pada pengurangan alokasi BBM jenis Solar selama satu minggu, yakni sekitar 8 kiloliter per hari dari kuota normal.

Kondisi ini turut berdampak pada masyarakat, khususnya nelayan yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan Solar untuk kebutuhan melaut, mereka sudah mulai pada resah dikarenakan SPBU tidak mendapatkan jatah solar selama seminggu,mereka berharap SPBU sarampu tetap di berikan jatah solar demi kelangsungan mata pencaharian yang menjadi tumpuan hidup keluarga.

Manajemen SPBU Sarampu mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh video lama yang kembali beredar tanpa konteks yang jelas.(*)

Pos terkait