Atlet Putri Takraw Nikmati Atmosfer Parepare, KONI Dorong Super Center Olahraga

Atlit putri sepak takraw yang akan mengikuti pelatihan nasional di Kota Parepare

PAREPARE– Sebanyak 23 atlet nasional resmi menjalani pemusatan latihan (TC) sepak takraw di Kota Parepare, sebagai persiapan menuju Asian Games 2026 Aichi–Nagoya, Jepang. Pelatnas berlangsung 13 Juli hingga 10 September 2026 di GOR Gelora Mandiri.

Di sela persiapan penerimaan di Rujab Walikota  Parepare, salah satu pilar Timnas Putri, Kusnelia asal Luwu Utara, mengaku kembali merasakan atmosfer Parepare untuk kali kedua. Ditemui di Warkop 588, ia menuturkan kesannya terhadap keramahan warga sekaligus komitmen penuh untuk fokus berlatih demi mengharumkan nama Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Untuk latihan tentu mengikuti arahan pelatih. Hari ini kami sempat ke TPI, menikmati ikan segar, sekaligus mengenal lebih dekat kota kelahiran Presiden ketiga RI, BJ Habibie,” ujar Kusnelia, Selasa, 14 Juli 2026.

Meski cuaca Parepare terasa panas, ia menilai panorama laut dan pelabuhan yang ramai kapal sandar memberi energi tersendiri. “Harapan saya selama TC di Parepare, semoga ada dukungan penuh bagi kami para atlet,” tambahnya.

Momentum Besar Bagi Parepare

Ketua KONI Parepare, Fadli Agus Mante, menegaskan kepercayaan PB PSTI menjadikan Parepare sebagai lokasi Pelatnas adalah kebanggaan sekaligus momentum strategis. Menurutnya, kehadiran atlet nasional bukan sekadar agenda latihan, tetapi pintu masuk bagi daerah untuk menunjukkan kesiapan regulasi dan desain besar olahraga.

“Ini harus jadi dorongan bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan insan olahraga untuk mendukung penuh PSTI. Atmosfer takraw di Parepare kini menjadi perhatian nasional. Karena itu, regulasi dan desain besar olahraga harus segera disahkan, lalu dikomunikasikan intensif dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga,” tegas Fadli.

Dorongan Infrastruktur dan Super Center

Fadli menekankan, momentum Pelatnas harus dimanfaatkan untuk memperoleh dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat. Ia menyebut Parepare berpeluang menjadi super center olahraga, bukan hanya untuk takraw, tetapi juga cabang olahraga terukur, permainan, hingga beladiri.

“Kalau ini berhasil, bukan mustahil Parepare jadi super center olahraga. Harapan saya, generasi muda Parepare terus mengembangkan bakat dan minatnya. Sejarah membuktikan, Parepare tidak pernah ketinggalan dalam ajang olahraga tingkat provinsi maupun nasional,” pungkasnya.

Warna Nusantara di Parepare

Deretan nama atlet putri yang bergabung dalam Pelatnas Sepak Takraw 2026 resmi diumumkan. Sulawesi Selatan tampil dominan dengan menempatkan Kusnelia (tekong), Fujy Anggi Lestari (spiker), dan Yuliana (feeder) sebagai wakil daerah, didampingi pelatih senior Dr. Ramli, M. Pd.

Selain Sulsel, kekuatan tim putri juga diperkuat oleh atlet dari Jawa Tengah, Riau, dan DKI Jakarta. Nama-nama seperti Frisca Kharisma Indasari, Dini Mitasari, Wan Annisa Rachmadi, Choirunnisa, Ayvonne Halimatu Zahra Perdhana, serta Dita Pratiwi menambah warna Nusantara dalam skuad.

Kehadiran pelatih Noldi Suleman Husain, S. Pd. dari Gorontalo semakin menegaskan komposisi tim yang merangkul berbagai daerah. Posisi strategis seperti tekong, feeder, spiker, hingga umpan diisi oleh atlet muda yang diharapkan mampu mengangkat prestasi takraw putri Indonesia di kancah internasional.

Dengan komposisi ini, Pelatnas Parepare menjadi panggung pembinaan sekaligus ajang pembuktian bahwa sepak takraw putri Indonesia siap bersaing, bukan hanya di level Asia Tenggara, tetapi juga dunia.

Pos terkait