Pelatnas Takraw di Parepare, Dr. Iwan: Protein Ikan Segar Perkuat Otot

Pelatih fisik timnas sepak takraw, Dr. Iwan Hermawan

PAREPARE – Kota Parepare resmi menjadi tuan rumah pelatihan nasional (pelatnas) tim sepak takraw Indonesia. Jadwal latihan ditetapkan setiap Senin hingga Sabtu dengan memanfaatkan tiga lapangan. Sesi pagi berlangsung pukul 08.00–12.00 WITA, sementara sesi sore digelar pukul 15.00–18.00 WITA.

Pelatih fisik timnas, Dr. Iwan Hermawan, menekankan pentingnya penguatan otot dan asupan nutrisi. Ia menjelaskan bahwa struktur tubuh seperti patella dan meniskus harus dijaga agar tidak terjadi benturan langsung antar tulang.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, otot yang kuat bukan hanya menopang performa, tetapi juga menjadi benteng utama mencegah cedera. “Untuk penguatan otot agar bisa hipertrofi, besar, dan kuat, dibutuhkan protein. Di Parepare, suplai ikan segar dan makanan bergizi sangat menunjang kebutuhan atlet,” ujar eks pelatih fisik Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang sukses mengantarkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Recovery Jadi Kunci

Selain nutrisi, Dr. Iwan menyoroti faktor recovery sebagai variabel penting peningkatan performa. “Latihan harus dihitung dengan tepat, tidak boleh sembarangan. Recovery mencakup makanan, tidur, dan vitamin. Tidur delapan hingga sembilan jam sangat krusial, dan mulai besok aturan ini akan diterapkan ketat,” tegasnya saat ditemui di Restoran Asia, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menambahkan, pola tidur yang konsisten akan membantu regenerasi sel otot. Tanpa recovery yang baik, latihan intensif justru bisa berbalik menjadi beban bagi tubuh.

Fasilitas Latihan Tambahan

Tim pelatih juga menyiapkan pusat latihan tambahan untuk mendukung penguatan fisik. Meski fasilitasnya terbuka (open air), alat yang tersedia dinilai memadai.

Tes daya tahan, pantulan, dan fleksibilitas akan dilakukan secara berkala. Hasil tes ini menjadi indikator apakah program latihan berjalan sesuai target. “Kami ingin setiap atlet memiliki data perkembangan yang jelas, bukan sekadar mengandalkan perasaan lelah atau bugar,” jelas Dr. Iwan.

Kondisi Alam Parepare

Mengenai kondisi alam Parepare, Dr. Iwan menilai iklim pesisir dengan kelembaban normal tidak menjadi kendala berarti. Justru, udara laut yang relatif stabil membantu menjaga stamina atlet.

Namun ia mengingatkan, latihan di dataran tinggi biasanya lebih efektif untuk melatih jantung dalam kondisi oksigen tipis. “Meski Nagoya memiliki ketinggian tertentu, itu masih bisa diatasi oleh tim,” tambahnya.

Dengan dukungan fasilitas, nutrisi lokal, serta disiplin latihan yang ketat, pelatnas di Parepare diharapkan mampu mempersiapkan timnas sepak takraw menghadapi persaingan sengit di Asian Games 2026 Jepang.

Dr. Iwan optimistis, kombinasi antara ilmu sport science, kearifan lokal berupa ikan segar, serta semangat juang atlet akan menjadi modal besar. “Kita ingin bukan hanya tampil, tapi juga bersaing di level tertinggi,” pungkasnya.(*)

Pos terkait