KILASSULAWESI.COM, PAREPARE–Gerakan Masyarakat Parepare Berantas Hoax yang dideklarasikan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Parepare bersama Komunitas Cinta Parepare Anti Hoax mendapat resepon positif dari berbagai stakeholder. Diantaranya, aparat penegak hukum, yakni Kapolres Parepare, AKBP Budi Susanto dan Dandim 1405/Mallusetasi, Lelkol Kav, Ali Syahputra dan Siregar saat menerima audiens Kepala Dinas Kominfo Parepare, HM Iskandar Nusu, Kepala Bidang IKP La Ode Arwah Rahman, Ketua Komunitas Cinta Parepare Anti Hoax Andi Sudirman Parenrengi, dan anggota komunitas Hasrul Akbar, Senin, 2 Desember 2019. “Peran Kominfo dan masyarakat anti hoaks ini sangat membantu pihak kepolisian. Mempermudah dalam penyidikan. Pastinya kami sambut baik gerakan seperti ini,” kata Kapolres.
Menurutnya, mengedukasi masyarakat untuk memberantas hoaks ini harus dimulai sejak dini. Diawali dari pelajar di sekolah. “Mengedukasi masyarakat mulai dari pelajar dan pemuda, mengingatkan bahwa jarimu harimaumu. Bukan lagi mulutmu harimaumu. Untuk itu, perlu juga digalakkan Babinkamtibmas, dan kita bersama-sama turun ke sekolah,” kata Kapolres. Dukungan sama diungkap Dandim 1405 Mallusetasi. Dandim menjelaskan, sesuai arahan Presiden RI, sinergitas harus diciptakan di daerah untuk percepatan pembangunan. “Karena itu, kami dukung penuh semua kegiatan Pemkot. Termasuk anti hoaks. Prajurit TNI pun tidak boleh sebarkan informasi yang tidak benar, karena itu hoaks,” kata Dandim.
Dandim siap turun ke sekolah untuk bersama-sama mensosialisasikan gerakan anti hoaks. Termasuk mengedukasi tentang bela negara, etika, karakter, kepemimpinan, dan kebersamaan. “Bahkan kami ingin mempopulerkan Babinsa Udin Sedunia. Itu berupa video yang berisi pesan moral lucu-lucuan. Lucu, menghibur, namun pesan moralnya sampai ke masyarakat,” ungkap Dandim. Kadis Kominfo Iskandar Nusu menjelaskan, menindaklanjuti dan untuk menguatkan gerakan anti hoaks, Dinas Kominfo mengundang Kapolres dan Dandim untuk talkshow di Studio TV Pedul. “Kami punya dua lembaga penyiaran publik yakni Radio dan TV Peduli. Keduanya siap mempublikasikan gerakan anti hoaks secara masif. Termasuk mendukung publikasi Polres dan Dandim,” kata Iskandar.
Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Arwah Rahman menambahkan, tujuh kegiatan di TV Peduli bagian dari program Retas Hoax. “Ke depan, akan dibentuk Satgas Anti Hoaks untuk menguatkan gerakan anti hoaks ini. Kemudian kita turun ke sekolah untuk menggalakkan literasi digital,” pungkas Arwah. (anj)






