KILASSULAWESI.COM, PANGKEP — Direktur PT Prima Karya Manunggal (PKM) Semen Tonasa grup, Didit Adi Prasetyo SE didemo karyawannya. Sikap otoriter, dan arogansinya dinilai sangat tidak mencerminkan seorang pimpinan perusahaan. Malah, menebar ancaman kepada karyawan. Aksi demo tersebut diwarnai mogok kerja dengan tuntutan Didit Adi Prasetyo mundur dari jabatan Dirut PT PKM Semen Tonasa Grup.
Koordinator Aksi Karyawan PT PKM, Arfan Tualle mengatakan, karakter Dirut PT PKM yang dijabat Didit Adi Prasetyo sangat kasar, otoriter dan arogan hingga membuat karyawan sangat tertekan bekerja. Bukan hanya itu, atas sikapnya tersebut berdampak pada omset dan laba perusahaan. “Turunkan direksi PKM, kami tolak Didit sebagai Dirut PKM. Perlakuan seorang pemimpin yang sangat kasar, dan tidak mendidik. Seolah-olah berlaga preman,”ujar Arfan Tualle, saat menggelar aksi mogok kerja, di PT PKM Semen Tonasa, Selasa 28 Januari, pagi tadi.
PT PKM, kata Arfan, bukan perusahaan pribadi akan tetapi kenapa muncul perusahanan dalam perusahaan. Contohnya, pemasok besi material workshop, tanpa evaluasi harga dan tidak melalui mekanisme tender. Naraca dan laba rugi tidak menunjukkan governance yang baik. Kenaikan atas pinjaman hutang tidak sesuai dengan kenaikan omset dan laba. Tidak mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan dilingkup PKM. “Tagihan PT PKM di PT Amka saat ini mencapai Rp6,5 miliar lebih, parahnya tidak dibayarkan selama dua tahun ini,”ungkap Arfan.
Perlakuan Didit, lanjutnya, semena-mena terhadap karyawan dengan memperlakukan potongan dan memberi surat peringatan pertama yang tidak sesuai aturan perusahaan yang berlaku. Dan secara sepihak memotong gaji karyawan sebesar 20 persen dan tidak ada dalam aturan perusahaan.
Dari pantauan Parepos.co.id, pada rapat Direksi PT PKM yang dipimpin langsung oleh Didit Adi Prasetyo. Kegiatan tersebut tanpa melibatkan pihak karyawan yang mogok kerja. Anehnya, dalam rapat tersebut pembahasan hanya seputar kisah pribadinya dan juga menyebut nama nama pejabat utama kepolisian dan TNI yang akrab dengannya. “Saya banyak akrab dengan pihak kepolisian dan TNI. Saya akrab dengan mereka, kapolres, dandim dan pejabat lainnya,”ujar Didit yang memimpin rapat.
Hingga berita ini dimuat, Didit yang ditunggu hingga berjam-jam oleh awak media belum dapat dikonfirmasi terkait polemik dilingkup internal perusahaan yang dipimpinnya. (awi)






