PAREPOS. CO.ID, MAJENE- Rapat hearing yang dilaksanakan pihak Komisi III DPRD Majene, awalnya berjalan normal. Rapat hearing itu dihadiri ketua DPRD Majene, Salmawati Djamado bersama wakil ketua, Adi Ahsan serta ketua komisi III, Muhammad Safaat dan sejumlah anggota. Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat lantai II DPRD Majene, Selasa 28 Januari.
Pantauan parepos online rapat hearing itu menghadirkan dua OPD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Majene. Agendanya, terkait masalah pelayanan kepada masyarakat serta beberapa masalah lainnya.
Namun, dalam perjalanan rapat tersebut terjadi kericuhan sesama anggota dewan dan melibatkan pimpinan dewan. Sebelumnya, memanas saat membahas dengan keluhan masyarakat masalah pelayanan kesehatan yang dinilai lambat dan tidak sesuai harapan masyarakat. Itu bermula setelah adanya pasien meninggal dunia bernama Almaidah (15) warga Kecamatan Sendana, beberapa hari lalu.
Ketua DPRD Majene, Salmawati dalam hearing itu meminta, pihak Dinkes dan Direktur RSUD Majene agar menjelaskan dan mengklarifikasi, terkait kematian pasien Almaidah. “Jadi saya meminta agar hal-hal terkait privasi pasien tidak diumbar karena hal itu terkait hak pribadi seseorang,” papar Salmawati.
Salmawati melanjutkan, dirinya mendengar dan melihat masalah kematian pasien Almaidah di RSUD Majene yang menjadi sorotan di media sosial. “Bahkan ada yang mengatakan pasiennya gizi buruk. Tetapi saya tidak tahu dan tidak pernah komentar sebab ada leading sektor yang lebih tahu,” ucapnya.
Sebelum mendapat penjelasan dari Direktur RSUD dan Kepala Dinkes Majene, Ketua Komisi III DPRD Majene, Muh Safaat meminta, agar rapat gabungan Komisi III dan Pimpinan Dewan dilangsungkan secara tertutup. Setelah itu hasil sidang akan diumumkan melalui konfrensi pers.
Permintaan Safaat rapat tertutup iti rupanya disetujui Ketua dewan Salmawati. Namun, Wakil Ketua DPRD Majene, Adi Ahsan justru menolak usulan Safaat. “Alasannya, rapat hearing ini berlangsung terbuka untuk semua kalangan termasuk para awak media. Kita disinu tidak berbicara soal penyakit pasien, kita bicara soal pelayanan,” tegasnya.
Akhirnya, rapat kian memanas dan hujan interupsi dari anggota komisi III itu. Rapat gaduh anggota dewan saling berdiri pro kontra. Terlihat tak tahan emosi, Wakil Ketua Dewan, Adi Ahsan langsung membanting meja pimpinan dan jatuh ke depan. Sehingga suasana semakin panas teriakan tak senonoh pun terdengar.
Sementara itu, Ketua DPRD Salmawati langsung meninggalkan ruang sidang serta sejumlah anggota dewan maupun staf. Beberapa personil petugas dari polres Majene juga berdatangan di ruang sidang tersebut. Sekwan DPRD Majene, Drs Mattalunru juga tidak mau pusing dengan keibutan itu. Dia memilih tinggal gedung dewan dengan alasan mengjadiri acara pengantin. (edy)






