KILASSULAWESI.COM, PAREPARE — DPD KNPI Parepare menggelar Kajian Obrolan Pemuda Indonesia (KOPI) di Warkop O2 jalan Andi Makkasau kota Parepare, Senin 3 Februari. Kegiatan Kopi itu mengangkat tema ‘Pembangunan Daerah Berwawasan Ekologis’.
Ketua Komisi II DPRD Kamaluddin Kadir dan Komisioner KPU Parepare, Safriani Sudirman menjadi pembicara pada kegiatan tersebut. Ketua KNPI Parepare, Asy’ari Abdullah mengatakan kegiatan Kopi dilakukan untuk menyampaikan gagasan terkait pembangunan sektor lingkungan.
“Disini kita akan mengulas ide-ide pemuda untuk menjadi langkah awal kontribusi dalam peningkatan pembangunan Parepare pada sektor lingkungan,” kata Ari sapaan akrabnya.
Ari melanjutkan, pihaknya berharap pemerintah Kota Parepare dapat lebih giat lagi memperhatikan kesehatan lingkungan, terutama menjaga kebersihan drainase.
“Pemerintah kedepan harus mempersiapkan beberapa hal yang harus dikerjakan, misalnya pembabatan pohon segera dilakukan sebelum masuk musim penghujan dan juga menjaga kebersihan drainase agar tidak buntu,” ujarnya.
Selanjutnya, kata Ari, pihaknya akan melakukan tindak lanjut terhadap kegiatan ini. “Nanti teman-teman pengurus harian akan membuat rekomendasi terhadap kegiatan selanjutnya, terkait apakah air PDAM Kota Parepare sudah layak konsumsi atau tidak,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Parepare, Kamaluddin Kadir, mengapresiasi kegiatan KNPI tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menginisiasi pembangunan ekologis di kota Parepare. “Kami selaku anggota DPRD akan memunculkan satu rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemkot Parepare sehingga memunculkan suatu kesimpulan yang positif dalam menanggulangi bencana,” kata Kamaluddin.
Ia juga menyebutkan, koorporasi yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi sebagai penyebab utama pengrusakan terhadap lingkungan. Sementara, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare, Safriani Sudirman, mengharapkan kepada pihak developer agar lebih peduli terhadap lingkungan.
“Saya pikir developer harus lebih peduli terhadap lingkungan, jangan sekedar membangun tapi tidak memperhatikan lingkungan. Saya masih ingat dulu tidak pernah banjir separah kemarin, hanya tergenang, itupun hanya di wilayah Lahalede. Sekarang banjirnya dimana -mana,” kata Safriani.
Lanjutnya, dirinya berharap kepada Pemerintah Kota Parepare agar lebih ketat dalam menerapkan regulasi. “Aturan itu harusnya diterapkan dengan ketat supaya menggugah kesadaran masyarakat, misalnya, semua kafe diwajibkan membuat bank sampah, kalau tidak, cabut izinnya,” ungkapnya.
Safriani juga mencontohkan kebijakan yang diterapkan pada masa orde baru tentang wajibnya pengendara memakai helm. “Jadi semua orang dulu tidak pakai helm, karena kebijakan itu semua orang memakai helm. Begitu juga kalau hal itu diterapkan pada pembangunan ekologis, itu akan berdampak pada lingkungan hidup secara menyeluruh,”tutur dia.
Selain itu, lanjut Safriani, mengimbau untuk memakai thumbler sebagai pengganti plastik sekali pakai. “Jadi kita mulai dari diri sendiri, ubah mindset kita dengan membawa thumbler,” pungkasnya. Kegiatan ini dihadiri puluhan pemuda Parepare dari pelbagai kalangan.(mg2)






