KILASSULAWESI.COM, MAROS – Selain terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dalam menghadapi pandemi COVID-19, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 telah ditetapkan sebagai masalah kedaruratan kesehatan masyarakat. Kementrian Pertaninan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pun ikut berperan aktif didalamnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, I Ketut Diarmita menyampaikan, dalam upaya tanggap darurat tersebut, diperlukan juga dukungan optimal terhadap laboratorium kesehatan dalam mendiagnosa sampel COVID-19 secara cepat dan tepat.
Menyikapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyatakan kesiapan dukungan laboratorium veteriner apabila dibutuhkan untuk membantu pemeriksaan sampel. “Kementan melalui unit pelaksana teknis (UPT) laboratorium veteriner di seluruh Indonesia siap apabila diperlukan untuk membantu,” ungkapnya, Jumat 10 April, pagi tadi.
I Ketut menuturkan, jejaring laboratorium veteriner di lingkup Kementan telah menerapkan manajemen biorisiko (biosafety dan biosecurity), yang bertujuan melindungi tenaga kesehatan hewan dan teknisi laboratorium dari agen penyakit yang mungkin menginfeksi selama pengujian dilakukan. “Laboratorium veteriner kita memiliki kemampuan pengujian deteksi material genetik virus dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) serta terakreditasi ISO/IEC SNI 17025,” ungkapnya.
Ditambahkannya, dari segi standar keamanan laboratorium (Biosafety Level/BSL), laboratorium veteriner di lingkup Kementan merupakan laboratorium dengan BSL tingkat 2, 2+, bahkan ada yang berskala BSL 3.
Terpisah, Kapala Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros, Risman Mangidi menjelaskan, secara umum laboratorium yang berada di BBVet Maros memungkinkan untuk melakukan pengujian Covid-19 yang telah memiliki keamanan laboratorium Biosafety Level tingkat 2. “Iya, memang benar laboratorium kami sudah masuk standarnisasi BSN dengan BSL tingkat 2, dimana dari segi kesiapan bahan, alat dan SDM kita sudah memilikinya,”ungkapnya ke Parepos.co.id, siang tadi.
Risman juga membeberkan kalau dirinya sudah ditelfon langsung oleh bapak Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdullah, menananyakan kesiapan laboratorium BBVet maros dalam uji infeksi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan. “Kemarin saya ditelpon langsung pak gub, beliau meminta kesedian kami menguji, dan kami pun langsung melakukan rapat internal, persiapannya seperti apa dan koordinasi dengan pusat tentunya,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari ditjen PKH Kementan RI terkait kesedian ikut melakukan percepatan uji infeksi Covid-19 terhadap seluruh lab yang berada di Indoesia. “Yang perlu kita pahami, Covid-19 ini merupakan kasus baru, meski secara kapasitas laboratorium di BBVet telah memiliki fasilitas baik peralatan dan sumber daya manusia, namun kita harus kembali menunggu hasil kajian dari tim Kemenkes dan Kementan terkait kesiapan lab veteriner untuk melakukan uji Covid19 khususnya di wilayah Sulawesi Selatan,” ungkapnya.(tip)






