PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Pemkab Majene menggelar musrenbang Kabupaten Majene secara online. Musrenbang ini dalam rangka penyusunan rencana kerja Pemerintah Daerah Tahun 2021 mendatang dengan Tema ” Pemantapan MP3″ berlangsung di kantor bupati Majene, Rabu 15 April.
Walaupun di tengah pandemi covid 19, Pemerintah Kabupaten Majene tetap melaksanakan kegiatan Musrenbang tingkat kabupaten. Meski demikian, kegiatan wajib pemerintah tersebut dilaksanakan dengan tetap mengedepankan social distancing serta mematuhi protokol kesehatan.
Musrenbang tingkat Kabupaten tersebut digelar secara online di ruang rapat Wakil Bupati Majene. Tidak ada peserta atau undangan yang dilibatkan secara langsung, hanya ada panitia pelaksana yaitu personil Bapeda Majene yang tidak lebih dari 15 orang serta Bupati, Wakil Bupati Majene dan Ketua DPRD Majene.
Musrenbang online di tengah covid tersebut, tetap melibatkan para peserta yaitu Pimpinan dan anggota DPRD Majene, anggota DPRD Sulbar dapil Majene, Forkopimda Majene, Rektor, Staf Ahli, Asisten Setda Majene, pimpinan OPD, para camat, kabag dan kasubag perencanaan masing masing OPD. Peserta musrenbang menyimak dan terhubung melalui videoconference di kantor atau di rumah masing -masing.
Bupati Majene, Fahmi Massiara yang membuka kegiatan tersebut mengatakan ditengah keprihatinan dalam menghadapi virus corona, agenda Musrenbang RKPD Kabupaten Majene tetap harus dilaksanakan menindak lanjuti surat dari Mendagri yang menghimbau pemerintah daerah meniadakan kegiatan yang dapat mengumpulkan banyak orang atau keramaian. Sehingga pemkab menggelar Musrenbang secara online.
Fahmi juga mengatakan seperti yang tergambar dalam dokumen RPJMD Kabupaten Majene tahun 2016 – 2021, perencanaan pembangunan tahun 2021 mendatang merupakan penjabaran tahun terakhir. Dimana perencanaan pembangunan Kabupaten Majene pada tahun 2021 difokuskan kepada pemantapan Majene Professional, Produktif dan Proaktif (MP3). Dengan prioritas pembangunan diantaranya ; optimalisasi pengembangan kualitas SDM sektor pendidikan dan kesehatan, optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan produksi dan pasca produksi SDA unggulan, percepatan pembangunan insfrastruktur perekonomian dan permukiman. Serta optimalisasi pelaksanaan sistem pemerintah daerah yang transparan dan akuntabel.
Bupati Fahmi berharap musrenbang tingkat kabupaten tersebut dapat mengintegrasikan dan mendialogkan pikir pandangan masing-masing, guna mempercepat langkah dan memacu kinerja pembangunan daerah.
Ketua DPRD Majene, Salmawati Djamado juga menyampaikan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian pemerintah. Yaitu persoalan pelayanan publik, bidang kesehatan, administrasi kependudukan. Selain itu untuk sektor PAD perlu melalukan inovasi demi memaksimalkan pendapatan serta persoalan pemukiman dan infrastruktur dan optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pemberdayaan SDM khususnya bagi para pemuda dan para pelaku UMKM. (edy)






