KILASSULAWESI.COM, WAJO– Lambannya penanganan perawatan terhadap pasien di RSUD Lamaddukelleng, Kabupaten Wajo kembali menuai sorotan dari masyarakat. Hal itu terungkap setelah beredar video berdurasi 1.40 di media sosial facebook, dimana salah satu pasien, diduga lambat mendapat perawatan hingga dinyatakan meninggal dunia, Senin 6 April, malam ini.
Dalam video tersebut, nampak keluarga pasien yang belakangan diketahui bernama Wiwin (30), marah dan menuding petugas di ruang instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang isolasi Covid-19 lamban. “Sampai di rumah sakit, tidak ada satupun petugas yang bertindak, mereka mengira adik saya terpapar virus korona, hingga akhirnya meninggal dunia,” kata keluarga pasien, Wawan kepada Parepos Online melalui sambungan telepon.
Wawan menjelaskan, setelah tidak mendapatkan perawatan di IGD mereka diarahkan ke ruang isolasi virus korona atau Covid-19. “Sampai disana juga tidak ada tindakan, padahal ada dua petugas berpakaian APD lengkap hanya mengintip melihat adik saya,” terangnya.
“Yang angkat wiwink ke ruang perawatan justru saudara saya, mereka hanya melihat. Nanti mereka dekat ketika adik saya meninggal dan diberi bantuan nafas oksigen,”ungkapnya. Dia pun menyayangkan para petugas medis yang tidak mengambil tindakan cepat.
Sementara itu, Dirut RSUD Lamaddukelleng drg Andi Ela saat dikonfirmasi mengatakan, penanganan pasien yang dilakukan oleh RSUD sudah sesuai dengan prosedur pasien diduga terjangkit Covid-19.
Hal itu berdasar karena korban memiliki riwayat mengunjungi daerah yang terpapar virus korona, di Makassar. “Pasien pernah melakukan perjalanan ke Makassar dan memiliki keluhan maka langsung diarahkan ke gedung Covid untuk mengurangi penyebaran dan tindakan sesuai diagnosa penyakitnya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, saat berada di ruang isolasi Covid-19, dokter yang menanganinya memberikan klarifikasi atas peristiwa itu. “Jadi tidak benar itu kalau korban dilihat-lihat saja, dokter langsung melakukan tindakan,” tambahnya.
Dari informasi yang dihimpun, pasien atas nam Wiwin tersengat lebah pada, Sabtu 4 April 2020 lalu. Setelah dirawat dirumah, kondisi Wiwin semakin parah seluruh wajahnya mengalami pembengkakan, hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Namun sayangnya tidak mendapatkan perawatan hingga meninggal dunia.
Saat ini, jenazah Wiwin sudah berada di rumah duka, di Jalan Kelapa, Kecamatan Tempe. Jenazah Wiwin rencananya akan dimakamkan, Selasa 7 April 2020, besok sebelum salah Dhuhur. (ima)






