Dua Hari Pencarian, Korban Ditemukan tak Bernyawa di Sungai Mapilli

KILASSULAWESI.COM,POLMAN — Upaya Pencarian Tim Basarnas Mamuju bersama Tim Gabungan, untuk mencari dua korban lainnya yang tenggelam di Sungai Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar membuahkan hasil.

Satu korban yang teridentiflkasi bernama Asrar (19 Tahun), berhasil ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi telungkup, mengapung di tepi sungai, Rabu 27 Mei, sekira pukul 09:20 Wita.

Posisi jenazah korban Asrar berjarak sekira satu kilometer dari posisi korban Hasanuddin yang lebih dulu ditemukan di pukul 07:20 Wita .

” Jenazah korban juga ditemukan mengapung di tepi sungai dalam kondisi tertelungkup ” kata Kepala BPBD Polman Andi Afandi .

Sebelum dievakuasi ke rumah duka, jenazah korban sempat dipindahkan ke sisi sungai yang Iain, ” Tadi kami pindahkan dulu jenazahnya ke sisi sungai yang lain, untuk memudahkan proses evakuasi, karena lokasi tempat korban ditemukan agak dalam ” katanya

Dari pantauan,proses evakuasi korban dilakukan sejumlah petugas menggunakan alat pelindung diri. Kedatangan korban di rumah duka di Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, 2 disambut isak tangis histeris dari keluarga.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, Tim Medis dari Puskesmas Mapilli bersama aparat kepolisian langsung melakukan visum terhadap korban, ” Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban, kondisi tubuhnya sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk ”kata Kepala UPTD Puskesmas Mapilli H Saldy Kursani.

Sementara itu, Kepala Basarnas Mamuju, Djunaidi mengatakan, upaya pencarian akan terus dilakukan, untuk menemukan satu korban lainya

” Tim akan melakukan upaya pencarian korban bernama Saparuddin yang hingga saat ini belum ditemukan “jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Hasanuddin (45 Tahun) bersama Saparuddin (40 Tahun), dan Asrar (19 Tahun), nekat melompat ke dalam aliran Sungai Mapilli yang berarus deras, lantaran takut ditangkap polisi yang melakukan penggrebekan arena judi sabung ayam, yang berlangsung di tepi sungai Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Senin , 25 Mei 2020.

Naas, upaya mereka melarikan diri dengan maksud berenang menyebrangi sungai Mapilli yang memiliki kedalaman empat meter dan lebar sekira 125, gagal lantaran terhalang arus deras.

Upaya pencarian sudah tiga hari terakhir, dengan melibatkan Basarnas mamuju, personil Polres Polman, Koramil Wonomulyo, BPBD Polman ,SAR Pinrang, dibantu warga setempat.(win)

Pos terkait