POLMAN,– Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, menghadiri kegiatan penandatanganan dan pelepasan murid kelas XII Angkatan XVIII UPTD di SMK Negeri Campalagian, Rabu (13/5/2026).
Kehadiran Bupati disambut meriah oleh para siswa melalui tari paduppa, tradisi penyambutan tamu kehormatan khas Mandar, disertai pengalungan sarung sutra Mandar sebagai bentuk penghormatan.
Acara yang digelar di halaman sekolah itu berlangsung hangat. Tahun ini, panitia mengangkat tema “Menapaki Jejak Kenangan Menuju Gerbang Impian”, yang mencerminkan perjalanan panjang para siswa selama menempuh pendidikan serta harapan mereka memasuki fase baru kehidupan.
Para siswa hadir bersama orang tua masing-masing, menambah suasana haru dalam prosesi pelepasan.
Ketua Panitia, Muh Yusuf, menyampaikan bahwa sebanyak 248 siswa ditamatkan tahun ini, terbagi dalam enam jurusan.
“Siswa yang hari ini kami tamatkan berjumlah 248 murid dari enam jurusan. Mulai dari Teknik Otomotif Kendaraan China, Busana Putih, Teknik Jaringan TJK/T STMIK, hingga Komunikasi Visual,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Polman Samsul Mahmud menegaskan bahwa pendidikan adalah instrumen penting dalam membangun masa depan daerah.
“Pendidikan yang didapatkan di sekolah menengah atas menjadi modal untuk menambah keilmuan,” ujarnya.
Ia juga menghimbau para lulusan agar tidak berhenti melanjutkan pendidikan. Menurutnya, lulusan SMK memiliki modal besar untuk bersaing dan mengembangkan diri di masa depan.
Untuk memperkuat sumber daya manusia di sektor pendidikan, Samsul Mahmud menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyiapkan program beasiswa.
“Insyaallah tahun depan sudah ada program beasiswa yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu kemajuan pendidikan, khususnya di Kabupaten Polman,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, ia turut memberikan apresiasi kepada para tenaga pendidik yang dinilai konsisten memberikan pengajaran terbaik bagi siswa.
Bupati juga menyoroti tingginya angka APS (Anak Putus Sekolah) di Kabupaten Polman. Ia berjanji akan terus berupaya menekan angka tersebut dan meminta dukungan para guru serta orang tua.
“Angka APS masih tinggi di Polman. Olehnya itu, kami akan berupaya untuk menekan APS dan meminta bantuan para guru dan orang tua siswa untuk mendukung kinerja pemerintah dalam mengatasi APS,” tutupnya.(*)






