JATENG, KILASSULAWESI– Terkait rencana penghapusan tenaga honorer oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat mengkaji ulang rencana penghapusan tenaga honorer pada 2023 mendatang.
Pasalnya, ada beberapa pertimbangan yang membuat tenaga honorer tetap dibutuhkan, khususnya di tingkat provinsi. Ganjar menilai aturan dari KemenPAN-RB tersebut sangat tergesa-gesa. Fakta, kata Ganjar, di lapangan dalam hal ini di tingkat provinsi, tenaga kontrak sangat dibutuhkan karena kurangnya pegawai. “Saran saya di-review dahulu,”katanya.
Penghapusan tenaga honorer harus diikuti dengan pengembangan SDM karena nantinya beban yang sudah ada akan bertambah. Kemudian, Ganjar juga menyoroti bahwa beralih dengan memanfaatkan teknologi tidak secepat membalikkan telapak tangan. “Harus ada persiapan SDM agar mereka multitalenta jika memang akan melaksanakannya,” jelasnya.
Dia pun meminta untuk menyelesaikan persoalan honorer dengan melihat pada pengalaman yang sudah bertahun-tahun. Ubah testingnya dan tidak lagi menggunakan model testing potensi akademik tetapi melihat pada skill. Ganjar juga menyarankan untuk memberikan reward kepada ASN yang sudah bekerja dengan baik. Serta memecat ASN yang terjerat kasus narkoba, korupsi, asusila, dan sebagainya.
530.028 Kebutuhan ASN Nasional
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpanrb) resmi membuka formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2022.
Pemerintah membuka 530.028 kebutuhan ASN Nasional untuk seleksi CASN 2022. Hal ini disampaikan oleh Azwar Anas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pengadaan ASN Tahun 2022.
Adapun rincian penetapan kebutuhan ASN dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu:
– Kebutuhan Instansi Pusat: 90.690;
– Kebutuhan Instansi Daerah:439.338
Untuk kebutuhan instansi daerah dapat dibagi lagi menjadi 3 kategori. Berikut rinciannya:
– 319.716 untuk kebutuhan PPPK Guru;
– 92.014 untuk kebutuhan Tenaga Kesehatan;
– 27.608 untuk kebutuhan Tenaga Teknis.
Seleksi CASN ini merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam pemerataan serta pemenuhan kebutuhan guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya.
Pemerintah berharap kepada seluruh peserta bahwa menjadi seorang ASN bukan menjadi ladang mencari pekerjaan, melainkan untuk pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(*)






