MAROS – Kabupaten Maros menutup perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dengan capaian gemilang.
Tak sekadar sukses sebagai tuan rumah, Maros juga berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan nilai tertinggi, yakni 560 poin.
Capaian ini sekaligus melampaui ekspektasi awal, di mana Maros sebelumnya hanya menargetkan keberhasilan penyelenggaraan.
Kini, mereka justru berdiri di puncak klasemen, meninggalkan pesaingnya.
Posisi kedua ditempati Kota Makassar dengan perolehan 400 poin, disusul Kabupaten Pinrang di peringkat ketiga dengan 285 poin.
Kabupaten Luwu Timur berada di posisi keempat dengan 191 poin, sementara Kabupaten Gowa melengkapi lima besar dengan 186 poin.
Pengumuman juara umum dibacakan langsung Ketua Tim Lomba MTQ Sulsel, Wahyadi Syarifuddin, saat acara penutupan berlangsung di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Sabtu malam, 18 April 2026.
Ribuan masyarakat tampak memadati lokasi, menandai antusiasme tinggi terhadap ajang keagamaan dua tahunan tersebut.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, meski sempat menghadapi kendala teknis akibat cuaca panas.
“Dari Kecamatan Lau dipindahkan ke ruang pola kantor Bupati Maros karena kondisi panas. Pendingin sudah disiapkan, tapi tidak maksimal karena suhu di lokasi juga tinggi,”katanya.
Selain prestasi, ajang ini juga diwarnai dengan hadiah menarik bagi para pemenang. Juara umum mendapatkan dua paket umrah dari Gubernur Sulawesi Selatan, sementara juara kedua dan ketiga masing-masing memperoleh sepeda motor.
“Bahkan untuk juara satu, Pak Gubernur menyiapkan anggaran sekitar Rp200 hingga Rp300 juta,”tambahnya.
Untuk pelaksanaan MTQ selanjutnya, Ali Yafid mengungkapkan sudah ada daerah yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah, meski keputusan akhir tetap berada di tangan gubernur.
“Kami hanya memfasilitasi daerah yang mengajukan diri. Saat ini yang sudah menyatakan kesiapan adalah Luwu Timur,”jelasnya.
Ia juga menyebut kemungkinan adanya penambahan cabang lomba pada MTQ mendatang, yakni cabang Hadits.
Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih daerahnya, yang dinilai sebagai hasil kerja kolektif seluruh pihak.
“Dari awal kita hanya berharap bisa menjadi tuan rumah yang sukses, tapi ternyata juga sukses dalam prestasi,”imbuhnya .
Ia mengingatkan bahwa pada pelaksanaan sebelumnya, Maros hanya mampu berada di peringkat keenam.
“Insyaallah akan ada bonus bagi para kafilah yang berhasil meraih juara,”tuturnya.
Ketua Panitia MTQ XXXIV, Muetazim Mansyur, menambahkan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antar daerah.
Menurutnya, Kabupaten Maros telah menjadi tuan rumah bagi sekitar 1.440 kafilah dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
“Ini menjadi momentum kebersamaan dan memperkuat ukhuwah antar daerah,”pungkasnya.(*)






