Sidang Suap Pegawai BPK, Saksi Sebut Ketua DPRD Sulsel Jaminkan Pulau Dutungan Rp4 Miliar

Pulau Dutungan

MAKASSAR, KILASSULAWESI– Nama Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika kembali mengemuka dalam sidang kasus dugaan suap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Selatan di Ruang Harifin Tumpa, Gedung CCC, Selasa, 24 Januari 2023.

Salah seorang saksi yang berlatar belakang pengusaha, Petrus Yalim mengaku meminjamkan uang kepada Andi Ina Kartika senilai Rp4 miliar. Dan jaminan yang diberikan yakni, sertifikat tanah berupa pulau bernama Dutungan di Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. “Pulau Dutungan, letaknya di Barru,” kata Petrus.

Pulau Dutungan di Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru

Petrus tidak mau menanggapi banyak pertanyaan media. Termasuk luas pulau yang jadi jaminan. Ia hanya mengatakan uang yang dipinjam legislator Partai Golkar itu nilainya Rp4 miliar. Sudah ada Rp350 juta yang dikembalikan. ” Pengembaliannya dibayar secara angsur. Sudah ada Rp350 juta dikembalikan,” ungkapnya.

Petrus mengaku, Ina meminjam uang dengan alasan untuk operasional kantor. Ia pun mentransfer uang sebesar Rp4 miliar itu sekali. Langsung ke kas negara. ” Saya satu kali transfer langsung ke rekening kas negara,” ucapnya.

Petrus mengaku berani meminjamkan uang cukup besar ke Ina. Karena mereka sejak dulu akrab. “Saya kelola pulaunya. Saya dengan keluarganya dekat, dengan omnya,” ujar Petrus.

Sementara, JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Dwi Junianto menduga, uang pinjaman tersebut digunakan untuk mengamankan BPK. Terkait temuan agar Sulsel bisa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Apalagi sebelumnya BPK menemukan ada ketekoran kas di Sekretariat DPRD Sulsel. “Dia (saksi) katakan untuk pinjam meminjam untuk operasional, tapi saat diperiksa penyidik dia tahu untuk amankan BPK,” jelas Johan.

Apakah kasus ini akan didalami KPK? Johan mengaku tergantung penyidik. Namun, Komisi Anti Rasuah itu sebelumnya sudah menggeledah rumah Andi Ina di Jalan Pelita Raya, Kota Makassar. Belum ada keterangan resmi dari Ketua DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Golkar tersebut.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *