Ketua KONI Parepare Mundur, Rahman Saleh: Kudeta tak Berdarah

H Rahman Saleh (gunakan kopiah) saat berdiskusi santai dengan beberapa pemerhati

PAREPARE, KILASSULAWESI– Kisruh yang terjadi dengan penyataan mundur Zulham Arif yang tak lain merupakan menantu dari Wali Kota Parepare Taufan Pawe di dalam organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Parepare, dinilai dampak dari kudeta tak berdarah sejak awal kepengurusan.

Hal itu dilontakan salah satu pemerhati olahraga yang juga mantan Ketua Harian Persipare, HA Rahman Saleh dimana dia menuding jika kisruh mundurnya Ketua KONI Parepare secara tiba-tiba merupakan dampak dari persoalan sejak awal.

Bacaan Lainnya

” Akhirnya terjadi juga yang difikirkan sebelumnya, buah karbitan rasanya hambar dan pahit, meski kelihatan ranum dan menggiurkan sehingga banyak berebutan menjoloknya dengan segala puja-puji mengiringinya. Solusinya, bertaubat dan pertanggungjawaban dana KONI yang diselewengkan. Benalu di KONI yang tidak ngerti olahraga dan tahunya begal anggaran sebaiknya mundur saja,”bebernya.

Kepengurusan KONI, lanjut Rahman, sejak awal tidak sesuai AD/ART dan menjadi tanggung jawab moral KONI wilayah. “Saya selaku pemerhati olahraga mendesak diselamatkan ini KONI Parepare,” katanya.

Rahman menilai banyak hal yang mendasar yang perlu dibuka ke publik untuk klarifikasi dan investigasi terkait pemeriksaan BPK. “Kalau saya dana kepengurusan 5 tahun terakhir di KONI harus di audit karena ada indikasi hanya dinikmati oleh pengurus,”tegasnya.

KONI ini hanya sapi perah dan tunggangan politik pihak tertentu, jadi ini tidak sesederhana itu persoalan bahwa akan rapat dan menunjuk unsur pimpinan karena banyak hal yang perlu diketahui. Salah satunya karena dana di KONI cukup besar setiap tahun.

Selain itu, persoalan pertanggungjawaban pengurus lalu juga tidak jelas bagaimana mekanisme pertanggungjawabannya. ” Jadi naiknya ini Zulham, tidak melalui proses benar. Dalam artian bagaikan kudeta tak berdarah,”bebernya.

Rahman mengaku, banyak atlet yang menyampaikan bahwa insentif tidak sesuai dengan yang diterima. Maka momen yang baik untuk menyelamatkan KONI, karena ada persoalan mendasar dimana aturan yang dilabrak dan dilakukan serba diam-diam. Inilah yang diyakini menyalahi prinsip organisasi.

Sebelumnya, Wakil Ketua I Bidang Organisasi, Fadly Agus Mante membenarkan perihal mundurnya Zulham Arif dari jabatan Ketua KONI. “Iya benar, beliau menyampaikan secara lisan pada rapat pimpinan yang digelar virtual,” katanya, Rabu 3 Mei 2023.

Fadly menegaskan, ada tiga poin alasan mundurnya Zulham Arif, pertama disebabkan karena kesibukan sehingga tidak bisa fokus dalam tanggungjawabnya sebagai Ketua KONI. Selanjutnya, karena raihan prestasi dalam pelaksanaan Porda tak sesuai apa yang ditargetkannya serta hal-hal lainnya yang tak mampu dijelaskannya. (*)

 

Pos terkait