KKN Nusantara Moderasi Keagamaan Diikuti 52 PTK, Rektor IAIN: Macca Na Malempu Warani Na Magetteng

Sambutan Rektor IAIN Kota Parepare, Dr. Hannani, M.Ag

PAREPARE, KILASSULAWESI — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menyelenggarakan KKN Nusantara Moderasi Beragama se-Indonesia tahun 2023 dengan tema “Harmoni dalam Keragaman”. Pelaksanaan KKN Moderasi Beragama Tahun 2023 yang dikoordinatori Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam ini dilaksanakan mulai, Rabu-Sabtu 12 Juli 2023 s/d 26 Agustus 2023.

Pembukaan dihadiri Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim MA, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulsel, Erwin Sodding dan Rektor IAIN Parepare Dr. Hannani.

Bacaan Lainnya

KKN Moderasi Beragama ini diikuti 52 Perguruan Tinggi Keagamaan se-Indonesia dengan jumlah peserta 324 peserta. KKN Moderasi Beragama ini dilaksanakan kurang lebih 45 hari termasuk pembukaan, pembekalan, ekspos hasil pengabdian dan penutupan. Lokasi pelaksanaan KKN Moderasi Beragama berada di beberapa kecamatan, desa atau lembang yang ada di Tana Toraja.

Penempatan pelaksanaan KKN Moderasi Beragama dipilih karena memiliki unsur masyarakat yang homogen dan heterogen. Pembekalan KKN Nusantara ini menghadirkan beberapa narasumber di antaranya, Prof. Dr. Zainul Hamdi, M.Ag selaku Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dengan penyampaian materi “Arahan Kebijakan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Tentang Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama”.

Selanjutnya, Muhammad Aziz Hakim, M.H selaku Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan materi “Implementasi Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Parepare”. Dan Dr. Hannani, M.Ag selaku Rektor IAIN Parepare yang menjelaskan “Arah dan Kebijakan KKN Moderasi Beragama Di IAIN Parepare”.

Selain itu, Yekhonya Foresthean Tangi Timbang, M.S.i Dosen Sosiologi Agama IAKN Tana Toraja dan Dr. Setrianto Tarrapa, M.Pd.K sebagai Wakil Rektor IAKN Tana Toraja dengan materi “Mengurai Kebekuan dan Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Falsafah Hidup Manusia Tana Toraja”, Dr. Saprillah, M.Si sebagai Kepala Balai Litbang Agama Makassar & Instruktur Nasional Moderasi Beragama memaparkan “Konsep dan Strategi Penguatan Moderasi Beragama dan Strategi Kepeloporan Moderasi Beragama”. Ditutup Dr. Irvan Mulyadi, S.Ag.,SS selaku Tim ABCD UIN Alauddin Makassar menjelaskan “Metode Pengabdian”.

Peserta KKN Moderasi Beragama akan dilepaskan secara resmi oleh Rektor IAIN Parepare di Auditorium IAIN Parepare di hari terakhir pembekalan KKN pada hari, Rabu 12 Juli 2023. Pelepasan ditandai dengan pemasangan secara simbolis identitas KKN Moderasi Beragama Tahun 2023.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan kesadaran bahwa keberagaman perlu dikembalikan pada fundamental sebagai guide spiritualitas dan moralitas bukan hanya sekadar pada sisi ritual formalistik. Kementerian Agama menebarkan cara pandang wasathiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Moderasi beragama sebagai cara pandang, sikap dan perilaku dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrim, baik ektrim kanan maupun ekstrem kiri. Moderasi beragama ini menjadi salah satu solusi menciptakan kehidupan beragama yang damai dan rukun di Indonesia.

KKN Moderasi Beragama merupakan implementasi yang dilakukan oleh melalui KKN Moderasi Beragama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen, kesadaran, dan implementasi secara nyata dalam proses interaksi di masyarakat terhadap nilai-nilai moderasi beragama.

“Jadikan KKN Nusantara ini bernilai bagi adik-adik mahasiswa, bernilai bagi masyarakat. Kami Direktorat Pendidikan Islam berterima kasih kepada IAIN Parepare karena menjadi penyelenggara KKN Nusantara ini,” ujar Muhammad Aziz Hakim.

Rektor IAIN Parepare berpesan kepada mahasiswa KKN Nusantara agar macca na malempu Warani na magetteng yang berarti pintar dan berani siap menanggung beban dari tanggung jawabnya serta konsisten terhadap apa yang dipercayakan kepadanya. Prinisip dari falsafah Bugis ini patut menjadi warisan budaya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *