Lomba Desa dan Kelurahan, Tompobulu dan Balleanging Wakili Pangkep

Bupati dan Wakil Bupati Pangkep dampingi tim penilai lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi Sulsel

PANGKEP, KILASSULAWESI– Pemerintah Desa Tompobulu dan Kelurahan Balleanging, Kecamatan Balocci menjadi wakil Kabupaten Pangkep dalam lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal itu ditandai dengan kunjungan tim penilai yang berkunjung langsung ke Desa Tompobulu dan Kelurahan Balleanging untuk melakukan penilaian. Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) didampingi Forkopimda menyambut kedatangan tim penilai.

Bacaan Lainnya

Mantan Ketua DPRD Pangkep itu juga mengharapkan agar kedapan desa dan kelurahan bisa memiliki tempat wisata. Bupati Pangkep MYL juga mengharapkan program kedepan di daerah pegunungan, mayoritas memanfaatkan lahan dengan menanam sayur dan ikan tawar.

“Program kedepan bagaimana di daerah pegunungan yang mayoritas banyak sayur mayur, kita usahakan banyak ikan disana begitupun daerah kepulauan yang mayoritas banyak ikan kami usahakan banyak sayur disana,”katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa(DPMD) Prov Sul-Sel yang juga ketua tim penilai, H. Muh Saleh menyampaikan terima kasih dari tim Verifikasi atas sambutan dari pemkab Pangkep atas sambutan yang luar biasa.

Harapannya ajang perlombaan ini jangan hanya sebatas perlombaan saja, kedepan bisa ditingkatkan agar lebih maksimal.

Wakil ketua tim verifikasi A. M Akbar menambahkan, penilaian yang dilakukan meliputi sejumlah aspek. Sesuai Permendagri 81, aspek yang dinilai terdiri dari aspek pemerintahan desa meliputi administrasi, kewilayahan, tapal batas dan aset desa.

Kedua, terkait aspek pendidikan. Pendidikan secara menyeluruh, baik kewenangan provinsi, kabupaten dan desa menyesuaikan dengan APBDes.

Ketiga, aspek kesehatan. Penanganan stunting, gizi buruk dan kemiskinan ekstrem. Keempat, aspek pemberdayaan masyarakat. Pembinaan keamanan dan ketertiban.

“Terpenting, bagaimana menggunakan produk unggulan desa sendiri. Termasuk inovasi yang diciptakan oleh kepala desa. Dari delapan desa yang ikuti tahun ini, itu semua aspek yang kita nilai. Akan kami akumulasi secara penilaian kuantitatif. Tapi secara kualitiatif, akan kita nilai bagaimana pemahaman aparat dalam menjalankan program pembangunan di desa dan kelurahan,”jelasnya.(*)

Pos terkait