Pengurus KONI Maros resmi Dilantik, Target Tiga Besar Porprov 2026

Pelantikan pengurus KONI Maros di Grand Hall Waterboom, pada Rabu (22/7/2026).

MAROS – Chaerul Syahab resmi dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros bersama jajaran pengurus dalam acara yang digelar di Grand Hall Waterboom Maros, Rabu (22/7/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum KONI Sulawesi Selatan Darmawangsyah Muin, Bupati Maros Chaidir Syam, Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta perwakilan cabang olahraga.

Bacaan Lainnya

Pelantikan menjadi momentum dimulainya persiapan KONI Maros menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026.

Target menembus tiga besar yang dicanangkan dinilai memiliki peluang besar untuk diwujudkan.

Ketua Umum KONI Sulawesi Selatan, Darmawangsyah Muin, mengatakan kesiapan Maros menghadapi Porprov menunjukkan perkembangan yang positif.

Menurutnya, target tiga besar sangat realistis, bahkan peluang meraih hasil yang lebih tinggi juga terbuka.

“Persiapan Maros cukup baik. Target tiga besar sangat realistis, bahkan kalau melihat kesiapan yang ada sekarang, peluang untuk meraih posisi yang lebih tinggi juga terbuka,” katanya.

Wakil Bupati Gowa itu menyebut, Maros merupakan kabupaten ketiga yang dikunjunginya dalam rangka pelantikan pengurus KONI sekaligus monitoring kesiapan daerah menghadapi Porprov.

Ia bahkan memprediksi Maros akan menjadi salah satu kekuatan olahraga terbesar di Sulawesi Selatan.

“Saya melihat Maros berpotensi menjadi kekuatan terbesar kedua di Sulawesi Selatan apabila pembinaan atlet terus dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Darmawangsyah juga memastikan persiapan pelaksanaan Porprov terus dimatangkan. Terkait penganggaran, ia menegaskan seluruh proses diserahkan kepada pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar pelaksanaannya sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Ia juga membantah isu mengenai penghapusan cabang olahraga putri pada Porprov.

“Selama cabang olahraga tersebut terdaftar di KONI Pusat, maka tetap dipertandingkan. Jadi informasi mengenai penghapusan cabang olahraga putri itu tidak benar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab, menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan fokus memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Maros.

“Kami menargetkan Maros bisa masuk tiga besar pada Porprov 2026,” katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, KONI Maros menyiapkan tiga program prioritas, yakni penguatan tata kelola organisasi melalui pembenahan administrasi seluruh cabang olahraga, peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya pelatih dan wasit, serta pembinaan prestasi atlet melalui pelaksanaan training center (TC) mandiri, try out, dan try in.

“Prestasi atlet hanya bisa diraih jika didukung pelatih yang berkualitas,” ujarnya.

Chaerul mengungkapkan target perolehan medali emas pada Porprov 2026 dipatok sebanyak 44 medali emas, mengacu pada capaian Maros pada Pra Porprov.

“Sekalipun terjadi penurunan hingga 10 medali emas, Maros diperkirakan masih mampu meraih sekitar 34 medali emas yang dinilai cukup untuk menempati posisi kedua,” bebernya.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, dana hibah KONI Maros tahun ini meningkat menjadi Rp3,05 miliar, atau naik sekitar Rp300 juta dibandingkan pelaksanaan Porprov 2022 yang sebesar Rp2,75 miliar.

Perkembangan olahraga di Kabupaten Maros juga terus menunjukkan tren positif.

Jumlah cabang olahraga meningkat dari 24 menjadi 37 cabang olahraga dengan bertambahnya cabor baru, seperti pickleball, arung jeram, esport, berkuda, hapkido, lari trail, dan sejumlah cabang lainnya.

“Peningkatan jumlah cabang olahraga turut diikuti bertambahnya atlet binaan dari sekitar 200 atlet menjadi lebih dari 350 atlet,” bebernya.

Seiring bertambahnya cabang olahraga yang dibina, jumlah pengurus KONI Maros juga meningkat menjadi 71 orang.

Pos terkait