PINRANG, KILASSULAWESI– Sebanyak 33 kuda menari atau Sayyang pattuddu meramaikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin, 16 Oktober 2023, di Desa Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Desa Lero adalah salah satu daerah yang penduduknya sebahagian besar adalah suku mandar.
Kepala Desa Lero, H Amin mengungkapkan, ini merupakan agenda tahunan. Namun, kata H Amin, baru kali ini dilaksanakan pasca pandemi Covid 19. Untuk tahun ini, dari 33 Sayyang Pattudu yang meramaikan kegiatan paling banyak peserta dari Dusun Lero. Kegiatan berpusat di Lapangan Sepak Bola Lero, dimana peserta akan berkeliling desa.

Ditambahkannya, jika sebahagian besar kuda menari berasal dari wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulbar. Kapolsek Suppa, AKP Zusandy Said menuturkan sebanyak 20 personel dan ini merupakan acara terbesar diwilayahnya.
Pengamanan juga melibatkan personel TNI dari Koramil serta Polairud Polda Sulsel. “Pengamanan sudah mulai dilakukan sejak malam hari, dimana Desa Lero sudah didatangi banyak pengunjung dari luar daerah bahkan provinsi,”jelasnya.
Maulid Nabi Muhammad SAW, lanjut AKP Zusandy, akan dimulai pukul 10.00 Wita. Sedangkan peserta Sayyang Pattudu baru mulai usai salat dhuhur. Seperti diketahui, Sayyang Pattudu adalah sebuah tradisi suku Mandar di Sulawesi Barat yang menyinergikan agama dan budaya lokal.
Dalam bahasa setempat, sayyang berarti kuda dan pattuddu berarti menari. Disebut kuda menari, karena di saat tabuhan rebana mulai berbunyi, kuda yang sudah terlatih dan ditunggangi itu akan menghentak-hentakkan kaki dan mengangguk-anggukkan kepala, dan sesekali mengangkat setengah badannya di udara.
Tradisi ini kerap dilakukan untuk meramaikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, penyambutan tamu-tamu pejabat, dan dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan, khususnya kepada anak-anak yang telah menyelesaikan bacaan Alquran.(*)






