Diskusi FMB dan PLN UP3 Parepare Hasilkan Tiga Kesimpulan

Diskusi FMB bersama PLN UP3 Kota Parepare terkait pemadaman bergilir

PAREPARE, KILASSULAWESI– Forum Masyarakat Bahagia (FMB) menggelar diskusi bersama PLN UP3 Parepare, Selasa, 28 November 2023, menyikapi kondisi pemadaman bergilir yang kerap terjadi. Termasuk mempertanyakan ada tidaknya kompensasi yang diberikan perusahaan BUMN tersebut kepada pelanggannya.

Dalam diskusi yang dipimpin Ketua FMB Kota Parepare, Zainal Asis Mandeng didampingi Manager PLN UP3 Kota Parepare, Roberth Rumsaur. Zainal menyampaikan maksud kedatangannya menyikapi keresahan masyarakat atas kondisi Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam beberapa bulan terakhir.

Bacaan Lainnya

Pada diskusi tersebut, salah satu peserta perwakilan FMB Kota Parepare, Syarifa ingin mengetahui sampai kapan kondisi pemadaman bergilir tersebut dan langkah serta upaya antisipasi PLN akan kondisi yang meresahkan masyarakat.

Senada juga disampaikan Gustam dimana dirinya memaklumi kondisi PLN. Namun, penjelasan detail sangat dibutuhkan karena salah satu faktor penyebab pemadaman bergilir karena suplai air di bakaru. ” PLTB Sidrap dan Jeneponto dinilai sebagai pendukung akan kebutuhan listrik di Sulawesi. Artinya, kekurangan suplai tidak perlu menjadi faktor alasan pemadaman tersebut,”jelasnya.

Bukan hanya itu, lanjut mantan Anggota DPRD Kota Parepare tersebut dimana selama pemadaman, tarif listrik malah melonjak. “Pada Oktober ke November mengalami kenaikan 90 persen. Dengan durasi pemadaman 5 jam perhari. Kenapa demikian terjadi,”jelasnya.

Makmur Raona pun demikian, pemadaman menimbulkan kerugian, kemarau bukan hanya kali ini. Kenapa tidak ada antisipasi. Malahan hanya peraturan menteri (Permen) atau regulasi dalam peningkatan layanan terus yabg berubah. Bukan hanya itu, langkah kongkrit atas tanggungjawab PLN atas kerugian yang dialami masyarakat. “Harapan kami agar ada kejelasan atas kondisi yang terjadi,”bebernya.

HA Rahman Saleh menjelaskan, FMB sejak 31 Oktober telah bahagia, namun berkurang karena adanya mati lampu. “Saya melihat informasi pemadaman, updatenya hanya melalui media sosial. Manajemen beban adalah istilah dalam pengaburan kondisi, yang tepatnya harusnya pemadaman. Hak konsumen menerima pasokan listrik secara terus menerus dan memberikan kenyamanan,”ujarnya.

Terkait kompensasi, lanjut HA Rahman, ke masyarakat atas komitmen yang dibangun PLN. ” Mestinya ada perbaikan, jangan jadikan masyarakat pelengkap penderita. Dan harus ada kejelasan atas fungsi dan keberadaan PLTB Sidrap dan Jeneponto,”tegasnya.

Manager PLN UP3 Kota Parepare, Roberth Rumsaur pun memberikan jawaban terkait apa yang disampaikan perwakilan FMB. Dari pertemuan tersebut disimpulkan tiga kesepakat atas berbagai hal yang mencuat dalam diskusi tersebut.

Ketiganya yakni, PLN harus mengadakan forum untuk membahas terkait pemadaman dengan mendatangkan pimpinan yang lebih tinggi (General Manager).

Tujuannya untuk menjawab terkait proses kompensasi apakah sudah sesuai dengan undang-undang kementrian SDM sehingga ada transparansi yang jelas ke masyarakat.

Pertemuan yang dimaksud, kembali akan dilaksanakan di Awal Desember 2023. Dan Forum Masyarakat Bahagia tetap kooperatif menerima segala bentuk forum/diskusi dengan PLN.(*)

Pos terkait