POLMAN, KILASSULAWESI,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman mengalokasikan anggaran pengadaan bibit tanaman Sayuran di perumahan transmigrasi yang berada di desa Piriang tapiko Kecamatan Tutar, bantuan yang diberikan oleh pemda tersebut yakni Bibit Cabe rawit 200 Bungkus, Biji terong,200 Bungkus, Bibit Avokado 400 Pohon dan bibit Lengkeng 400 Pohon dengan total anggaran Rp 106 juta
Kepala bidang Bidang Pembangunan, penempatan dan pengembangan Transmigrasi (P3trans) Disnakertrans Pemkab Polman Indar jaya menjelaskan bahwa pengadaan Bibit tanaman yang ada di Piriang tapiko itu diperuntukkan bagi 100 KK warga transmigrasi yang berada di wilayah itu, bantuan itu merupakan bentuk perhatian Pemda untuk kelangsungan hidup warga transmigrasi agar dapat mandiri bercocok tanam,
“Bantuan pengadaan bibit tanaman itu agar warga transmigrasi yang bermukim di Piriang tapiko itu bisa mandiri untuk bercocok tanam apalagi akses kesana sudah bagus”, terang Indar jaya yang ditemui di kantor nya Senin 27 November 2023.
Disinggung terkait keberadaan warga transmigrasi yang hanya sisa 1 KK, mantan Kabid Ketenagakerjaan itu tidak menampik kalau hanya sisa satu ,”betul itu Dinda tinggal 1 KK yang tinggal di sana untuk warga trans dari Jawa, karena ada 24 KK yang sudah balik, tapi sudah digantikan oleh warga transmigrasi lokal jadi tetap jumlahnya 100 KK,”ujarnya
Dijelaskan Indar bahwa total warga transmigrasi di SP Pirang Tapiko awalnya itu 100 KK,25 KK transmigrasi Penduduk Asal (TPA) ini yang dari Jawa, dan 75 KK Transmigran Penduduk Setempat( TPS) ,Penyebab yang 24 KK yang kembali itu disebabkan karena tidak tahan dengan kondisi infrastruktur awal yang ada di sana dengan kondisi jalan yang ekstrem,disamping itu juga karena kesalahan daerah pengirim banyak yang bukan latar belakang petani dikirim, jelasnya.
Belakangan yang kembali itu lanjut Indar setelah kondisi infrastruktur di sana ( Piriang tapiko) sudah baik mereka mau lagi kembali tapi sudah digantikan posisinya oleh penduduk lokal melalui SK Bupati.
jadi mereka tidak punya peluang lagi untuk kembali dan ada sekitar 60 KK penduduk lokal yang tinggali rumah Transnya, ada yg kadang datang sekali kali saja bersihkan rumahnya,dan ada yang tinggal,ini disebabkan karena listrik belum masuk dan rumah lamanya juga dekat dari lokasi rumah trans,.
“Alhamdulillah sekarang semua blok Permukiman transmigrasi di SP Piriang Tapiko sudah dipasangi tiang listrik dan berdasarkan hasil rapat monev Minggu lalu dengan kementrian dan PLN insyaallah akhir Desember tahun ini PLN sdh berjanji akan menarik bentangan kabelnya ke rumah-rumah warga transmigrasi tersebut.tutup Indar jaya”,(*)





