Miris, Penggali Kubur Tolak Makamkan Jenazah Karena Beda Pilihan di Pileg 2024

Anggota DPRD Kota Parepare, Suyuti

PAREPARE, KILASSULAWESI– Sebuah
kewajaran jika dalam pemilihan umum (Pemilu) terdapat perbedaan pendapat terkait pilihan. Namun jangan sampai perbedaan pendapat itu malah memutus silaturahmi.

Namun, kondisi tersebut nampaknya masih sangat kurang dipahami masyarakat. Hal itu terbukti terjadi di wilayah Tonrangeng, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat.

Bacaan Lainnya

Akibat perbedaan pilihan, salah satu warga yang wafat enggan digalikan kuburan oleh para penggali kubur di daerah tersebut. Pasalnya, penolakan para penggali kubur di pekuburan Tonrangeng memakamkan jenazah, hanya karena beda pilihan berbeda dalam pelaksanaan Pileg 2024.

Informasi itu dibenarkan salah satu keluarga almarhum, Halimah akan kondisi tersebut. Memang dalam Pileg, kita berbeda pilihan dengan
orang-orang penggali kubur yang ada di Tonrangeng.

“Aja lao, kalau engka mate keluarga anggotana Tim SYT. Itu bahasa yang kerap mereka sampaikan. Tapi kami pun bersama tim sudah, siap mengantikan tugas penggali kubur yang tidak mau. Ada juga bantuan penggali kubur dari Desa Bojo, akan datang membantu. Habis salat Ashar almarhum akan dikebumikan,” singkatnya, Sabtu, 9 Maret 2024.

Menyikapi kondisi itu, Anggota DPRD Kota Parepare, Suyuti memastikan akan terjunlangsung membantu timnya. “Iya, almarhum adalah keluarga dari tim SYT. Makanya, penggali kubur yang biasanya melakukan hal itu tidak mau membantu karena pilihannya berbeda,”ujarnya.

Olehnya itu, lanjut Suyuti, dirinya akan turun langsung bersama timnya membantu warga menggali kuburan bagi almarhum.

” Saya cuma menyesalkan kejadian seperti ini. Kita sudah melewati berbagai pemilu. Jadi kita punya pengalaman untuk berbeda pendapat. Jadi pemilu sehat itu argumentasinya tetap jalan, namun tidak dengan memutuskan persaudaraan kita sebagai warga, bangsa dan negara,”imbuhnya.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *