Narapidana Narkoba dan Pembunuhan Terima Remisi Khusus Nyepi 2024 di Lapas Parepare

Kalapas Kelas IIA Parepare bersama warga binaan yang menerima remisi khusus di hari nyepi

PAREPARE, KILASSULAWESI– Delapan warga binaan beragama Hindu di Lapas Kelas IIA Parepare telah memperoleh remisi khusus dalam rangka peringatan Nyepi 2024. Remisi khusus diberika dengan rentang waktu 1 bulan 15 hari hingga 1 bulan. Kepala Lapas (Kalapas) IIA Kota Parepare, Totok Budiyanto, AmdIP, SH membenarkan adanya pemberian remisi khusus tersebut.

Sebelumnya, Kepala Subseksi Registrasi Mursahid dalam pemberian remisi tersebut membacakan perolehan Surat Keputusan Menteri Hukum Dan HAM RI Nomor : PAS-406.PK.05.04 Tahun 2024 Tentang Pemberian Remisi Khusus (RK) Nyepi Tahun 2024 dan Pengurangan Masa Pidana Remisi Khusus (RK) Nyepi Tahun 2024, Senin, 11 Maret 2024, di Lapas Parepare.

Bacaan Lainnya

Kalapas Parepare didampingi Kepala Seksi Bimnadik Muchamad Zaenal Fanani S.Sos.,M.M, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Abdullah, SH, M.Si, Ka KPLP Dedy S Rizal, Amd.IP, SH, Kasubsi Registrasi Mursahid, SH, MH, Staf Subsi Registrasi Herdi, Surianto dan Trianita menyerahkan langsung Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI kepada 8 orang warga binaan yang beragama Hindu.

Penyerahan SK Menkumham RI Tentang Remisi Khusus Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 Tahun 2024 kepada narapidana yang beragama Hindu menindaklanjuti Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS-UM.04.02-09 Tahun 2024 tanggal 07 Maret 2024.

Dasar pelaksanaan Surat Keputusan Menteri Hukum Dan HAM RI Nomor : PAS-406.PK.05.04 Tahun 2024 Tentang Pemberian Remisi Khusus (RK) Nyepi Tahun 2024 Dan Pengurangan Masa Pidana Remisi Khusus (RK) Nyepi Tahun 2024 Tanggal 11 Maret 2024.

“Adapun perolehan remisi untuk warga binaan di Lapas IIA Parepare dengan rincian sebagai berikut yang mendapatkan RK I sebanyak 8 orang. Sedangkan yang mendapatkan RK II langsung bebas tidak ada. Total 8 orang yang mendapatkan Remisi Khusus Hari Suci Nyepi Tahun 2024. Data Perolehan Remisi Khusus Hari Suci Nyepi berdasarkan besaran remisi. Rinciannya, besaran remisi 1 bulan 15 hari sebanyak 3 orang, remisi 1 bulan sebanyak 5 orang dan besaran remisi 15 hari tidak ada.
Data perolehan remisi berdasarkan jenis tindak pidana, dimana terlibat kasus narkotika sebanyak 7 orang dan pembunuhan sebanyak 1 orang,”jelasnya.

Totok Budiyanto menyampaikan pentingnya keadilan dan penghargaan terhadap upaya perbaikan diri warga binaan, sehingga pemberian remisi ini sebagai apresiasi terhadap perilaku mereka selama di dalam lapas. ” Remisi yang diberikan pada hari suci nyepi ini adalah bentuk penghargaan atas usaha dan perilaku positif yang telah ditunjukkan oleh para narapidana yang berhasil melewati penilaian pembinaan melalui Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN),”jelasnya.

Kalapas pun mengucapkan selamat kepada narapidana dan anak binaan yang pada hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 Tahun 2024 mendapatkan remisi atau pengurangan masa pidana. Harapan kedepannya kepada warga binaan agar berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum dan apabila nantinya kembali kepada keluarga, jadilah anggota masyarakat yang baik serta taat hukum.

Totok Budiyanto menambahkan, pemberian remisi atau pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif sebagai mana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor : 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 174 Tahun 1999 tentang Remisi, Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : 3 tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : 07 tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor : 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat, Instruksi Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : M.HH-01.OT.03.01 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Remisi Online, Petunjuk Pelaksanaan Pemenuhan Hak Bersyarat Terhadap Narapidana Sesuai Dengan Undang-Undang Nomor : 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan Nomor : PAS-20.OT.02.02 Tahun 2022.

Seperti diketahui, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare saat ini membina 626 orang warga binaan. Remisi ini diharapkan sebagai stimulus bagi warga binaan untuk berkelakuan baik dan berperan aktif mengikuti program pembinaan dan bimbingan yang diselenggarakan Lapas Kelas IIA Parepare.

Kalapas pun beserta seluruh jajaran mengucapkan Selamat Merayakan Hari Suci Nyepi Dan Menyambut Tahun Baru Saka 1946 Tahun 2024. Kepala Seksi Bimnadik Muchamad Zaenal Fanani menjelaskan bahwa pemberian remisi ini merupakan komitmen dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi di Lapas IIA Parepare dalam memberikan hak kepada Warga Binaan dalam rangka mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM.(*)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *