Tutup Bulan K3, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tegaskan Komitmen Terapkan HSSE di Setiap Operasional

Kegiatan HSSE Ewako Challenge, Process Safety Troubleshoot yaitu simulasi penanggulangan keadaan darurat kebocoran jalur pipa. Salah seorang Peserta sedang melakukan penanggulangan perbaikan pipa minyak

MAKASSAR, KILASSULAWESI– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggelar kegiatan penutupan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di halaman kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Jl.Garuda No.1 Kota Makassar, Jumat, 1 Maret 2024. Kegiatan ini mengangkat tema korporat yaitu “Budayakan HSSE Pada Diri, Rekan Kerja dan Keluarga untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis.”

Penutupan Acara Bulan K3 di kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Pjs. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Sigit Trahmawan menegaskan komitmen seluruh insan Pertamina dalam penerapan budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE) disetiap kegiatan operasional, “Saya tegaskan bahwa aspek HSSE wajib dilaksanakan oleh setiap insan Pertamina, sehingga diharapkan operasional dalam menyalurkan BBM dan LPG dapat berjalan dengan aman, handal dan lancar,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Sigit menambahkan, peringatan Bulan K3 sangat penting untuk membentuk pekerja berbudaya K3 dalam segala aktivitas dan bersama mendukung bisnis perusahaan. “Penerapan HSSE oleh para pekerja tentu mendukung pencapaian dan produktifitas kerja Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, sebagai perusahaan yang bergerak dibidang minyak dan gas yg penuh dengan risiko tinggi,” imbuhnya.

Pelatihan simulasi penanggulangan keadaan darurat di salah satu Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bahan Bakar Elpiji (SPPBE) di kota Kendari. Pekerja Pertamina memberikan instruksi penggunaan selang air dari fire hydrant untuk memadamkan api disekitar tangki LPG

Kegiatan difokuskan kepada internalisasi budaya HSSE kepada seluruh Pekerja dan Mitra Kerja di Lingkungan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Dan yang tidak kalah penting adalah penekanan kepada aspek keselamatan proses (process safety) selama kegiatan operasional berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kebakaran, pencemaran lingkungan, dan gangguan keamanan yang dapat mengakibatkan kerugian terhadap aset, sumber daya manusia, lingkungan kerja dan citra perusahaan sehingga aspek HSSE wajib dilaksanakan dalam setiap aktifitas operasional.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan dalam memeriahkan bulan K3 yang telah dimulai sejak akhir bulan Januari lalu Pertamina mengadakan kegiatan positif yang beragam, “Dalam kegiatan ini, kami melibatkan pihak eksternal dan internal, ada dari unsur masyarakat dan mitra bisnis yang terlibat dalam Bulan K3 sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi,” ucapnya.

Kegiatan HSSE Ewako Challenge-Fire Combat yaitu simulasi penanggulangan keadaan darurat di area operasional. Salah seorang Peserta sedang melewati halang rintang dengan tujuan meningkatkan kerjasama team, melatih kecepatan, ketangkasan dan dapat melatih tindakan cepat dalam mengambil keputusan.

Fahrougi menjelaskan keterlibatan pihak eksternal dan internal dalam kegiatan ini, “Beberapa kegiatan yang melibatkan eksternal antara lain pelatihan pemadam kebakaran menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi warga ring 1 operasional Pertamina di setiap unit lokasi Pertamina Regional Sulawesi. Selain itu terdapat pelatihan pemadam kebakaran bagi Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pelatihan simulasi penanggulangan keadaan darurat di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bahan Bakar Elpiji (SPPBE), dan sosialisasi Contractor Safety Management System (CSMS) bagi vendor Pertamina,” terangnya.

Sedangkan kegiatan internal dirangkum dalam kegiatan HSSE Ewako Challenge antara lain seperti lomba HSSE Fit Challenge, Basic Life Support, Emergency Simulation, Hot Work at Height, Process Safety Troubleshoot, Fire Combat, dan Menembak Reaksi.

Pelatihan pemadam kebakaran dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di salah satu lokasi warga disekitaran operasional Pertamina Integrated Terminal Makassar. Pekerja Pertamina memberikan instruksi kepada warga ring 1 operasional Pertamina untuk memadamkan api dengan menggunakan APAR.

Terakhir Fahrougi mengatakan pada hakekatnya kegiatan ini dilakukan agar pekerja dan mitra kerja semakin menyadari pentingnya aspek HSSE dan semakin bertambah tingkat keahliannya dalam menghadapi keadaan darurat dan mitigasinya sehingga kegiatan operasional terjaga kehandalanya.

Informasi mengenai seluruh layanan Pertamina dapat diakses melalui website mypertamina.id, media sosial @pertaminasulawesi, @mypertamina atau lebih lanjut dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *