MAKASSAR, KILASSULAWESI – Calon Bupati Pangkep nomor urut satu, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Pangkep melalui program Sijagai yang akan menyasar wilayah daratan, pegunungan, hingga kepulauan.
Dalam debat terbuka yang digelar oleh KPU di Hotel Fourpoints by Sheraton, MYL menegaskan bahwa Tim Sijagai di seluruh Puskesmas akan diberdayakan untuk memantau kondisi ibu hamil di setiap wilayah.
“Dengan adanya Tim Sijagai ini, sekitar kurang lebih 3200 tenaga kesehatan di Kabupaten Pangkep akan selalu keliling di setiap wilayah desa dan kepulauan,” ujar MYL.
Ia juga mengungkapkan adanya kerja sama dengan Kabupaten Lombok Timur untuk memperluas akses pelayanan bagi masyarakat Kecamatan Liukang Tangaya, yang berada di pulau terluar.
Kritikan Soal Ketersediaan Fasilitas dan Tenaga Kesehatan
Calon nomor urut dua, dr. Andi Nusawarta (Dokter Cua), menyoroti minimnya ketersediaan alat kesehatan (Alkes) dan tenaga medis di beberapa Puskesmas, terutama di kepulauan. Ia mengkritik kebijakan MYL yang, menurutnya, lebih banyak membangun gedung namun mengabaikan ketersediaan fasilitas dan tenaga medis.
“Saya sudah keliling melihat semua kondisi di pulau dan di Pangkep. Puskesmas yang mereka butuhkan adalah Alkes dan dokter yang lengkap. Kenyataannya, Anda membangun bangunan, contoh rumah sakit Sailus, sudah kurang lebih satu tahun, mangkrak, tidak ada fasilitas yang lengkap, tidak ada dokter yang mau di sana, sehingga pasien tidak bisa mengalami penanganan dengan baik,” katanya.
Sementara calon bupati nomor tiga, Andi Muhammad Khairul Akbar (AMKA), turut mempertanyakan capaian MYL di periode pertama terkait layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan. “Selama ini pulau memang menjadi persoalan, beberapa masalah yang ada di sana itu paling utama yang konflik adalah kesehatan. Pertanyaannya empat tahun, apa yang bapak lakukan terhadap pulau-pulau terluar?” tanyanya.
MYL Klaim Akreditasi dan Janji Peningkatan Pelayanan
Menanggapi kritik kedua pesaingnya, MYL menegaskan bahwa 22 dari 23 Puskesmas di Pangkep telah terakreditasi. “Pangkep itu sudah terakreditasi 22 Puskesmas dari 23, dan satunya alhamdulillah sudah mandiri. Ini membuktikan bahwa sarana dan prasarana khususnya yang ada di Puskesmas di Kabupaten Pangkep sudah memenuhi sesuai persyaratan yang disampaikan Kemenkes,” ujarnya.
Dia juga berkomitmen untuk membuka penerimaan CPNS dan PPPK guna memenuhi kebutuhan tenaga medis di wilayah terpencil. “Kami pun ke depan tetap membuka penerimaan CPNS dan PPPK, kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk ketersediaan tenaga medis, khususnya di daerah terpencil bisa terpenuhi. Kita berharap, semua pelayanan dasar baik yang ada di gunung, daratan, dan kepulauan merata,” pungkas MYL.
Debat ini mengusung subtema tentang kesehatan, di mana para kandidat diharapkan membahas kebijakan dan langkah strategi untuk memudahkan akses yang adil dan merata dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, khususnya di wilayah kepulauan.(*)






