RS Hasri Ainun Habibie Gelar Live Brain Surgery Operasi Bedah Saraf Perdana, dr Mahyudin: Ada Tiga Pasien

dr Erwin saat memberikan gambaran sebelum pelaksanaan operasi dilaksanakan

PAREPARE, KILASSULAWESI- Rumah Sakit (RS) Hasri Ainun Habibie Kota Parepare akan melaksanakan operasi bedah saraf untuk pertama kalinya di kota tersebut. Kegiatan yang bertajuk ‘Live Brain Surgery Operasi Bedah Saraf’ ini akan menangani pasien asal Kabupaten Soppeng.

Layanan bedah saraf untuk menangani kasus-kasus perdarahan ini hadir untuk mengatasi tingginya angka kematian akibat keterlambatan penanganan pasien yang sebelumnya harus dirujuk ke Makassar.

Bacaan Lainnya

Direktur RS Hasri Ainun Habibie, dr. Mahyudin, menyatakan bahwa layanan ini telah diresmikan per 1 Januari 2025 dan dilengkapi dengan dokter spesialis bedah saraf yang siap melakukan tindakan operasi. “Layanan yang diresmikan per 1 Januari 2025 ini dilengkapi dengan dokter spesialis bedah saraf yang siap melakukan tindakan operasi. Jadi kita bukan layanan dengan kesiapan,” ujarnya.

Operasi Bedah Saraf Perdana

Pasien pertama yang menjalani operasi bedah saraf di RS Hasri Ainun Habibie adalah seorang pasien dari Soppeng yang harus menunggu selama empat hari di Makassar sebelum akhirnya bisa ditangani di Parepare. “Dokter otak harus jaga stamina, dan ini sudah banyak yang mau masuk,” ujar dr. Mahyudin.

dr. Mahyudin.

BPJS baru-baru ini mengakui layanan bedah saraf ini, memungkinkan pasien untuk mendapatkan perawatan yang lebih cepat dan tepat. “Bor canggih kita gunakan dalam operasi bedah saraf ini,” ujar dr. Erwin yang memulai operasi bedah saraf. Untuk pelaksanaan operasi perdana ini, selain pasien dari Soppeng. Juga ada yang berasal dari Wajo dan Parepare. “Ini banyak pasien antri, dan setelah mengetahui ada layanan yang kita lakukan. Mereka pun memohon untuk dilayani,”ungkapnya.

Peningkatan Kasus Operasi Bedah Saraf

Kasus operasi bedah saraf ini meningkat dikarenakan banyak hal, termasuk lima dari sepuluh kasus lakalantas yang menyebabkan cedera kepala. Layanan ini sangat dibutuhkan masyarakat, dan RS Hasri Ainun Habibie berupaya menghadirkan operasi bedah saraf untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Dengan hadirnya layanan bedah saraf ini, pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan berjam-jam ke Makassar yang berjarak 100-120 km. Hal ini diharapkan dapat mengurangi angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis.

Pihak manajemen RS berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Intinya bagaimana kami bisa memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan,” kata dr. Mahyudin.

Dengan langkah ini, RS Hasri Ainun Habibie berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Parepare dan sekitarnya, serta memastikan bahwa penanganan kasus-kasus medis yang mendesak dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Jenis-jenis Operasi Saraf

dr. Erwin yang akan menangani operasi bedah saraf menjelaskan bahwa operasi saraf tidak hanya terbatas pada otak. Operasi saraf adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengatasi masalah atau gangguan pada sistem saraf, yang meliputi otak, sumsum tulang belakang, dan saraf perifer.

Beberapa jenis operasi saraf yang umum dilakukan antara lain:

1. Kraniotomi: Prosedur untuk mengakses otak dengan membuka sebagian tulang tengkorak. Kraniotomi biasanya dilakukan untuk mengangkat tumor otak, menghentikan perdarahan otak, atau mengobati infeksi.

2. Laminektomi: Prosedur untuk menghilangkan sebagian dari tulang belakang (lamina) guna memberikan ruang lebih bagi saraf tulang belakang yang terjepit. Laminektomi sering dilakukan untuk mengobati stenosis tulang belakang.

3. Diskektomi: Prosedur untuk menghilangkan bagian dari cakram tulang belakang yang menekan saraf. Diskektomi sering dilakukan untuk mengobati hernia diskus.

4. Neurektomi: Prosedur yang melibatkan pemotongan atau pengangkatan sebagian saraf untuk menghilangkan rasa sakit kronis yang tidak dapat diobati dengan metode lain.

5. Ventriculoperitoneal (VP) Shunt: Prosedur untuk mengalirkan cairan serebrospinal dari otak ke rongga perut. VP shunt biasanya digunakan untuk mengobati hidrosefalus.

6. Operasi Stereotaktik: Prosedur yang melibatkan penggunaan teknik pencitraan untuk mengarahkan alat bedah dengan presisi ke area tertentu di otak. Operasi ini sering digunakan untuk mengobati kondisi seperti epilepsi, tumor otak, dan gangguan gerakan.

dr Erwin menambahkan, pasien yang menjalani operasi saraf biasanya akan menjalani evaluasi menyeluruh oleh tim medis untuk memastikan operasi adalah pilihan terbaik. Risiko dan manfaat dari operasi juga akan dijelaskan kepada pasien. ” Tengkoraknya ini akan dilepas, karena sudah infeksi,”singkatnya.

Dengan hadirnya layanan bedah saraf ini, RS Hasri Ainun Habibie berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Parepare dan sekitarnya, memastikan bahwa penanganan kasus-kasus medis yang mendesak dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.(*)

Pos terkait