Dewan Pers Tegaskan PWI Tidak Diizinkan Gelar UKW, Paulus : PR Lembaga Uji Diakui

Aktivitas peserta UKW

PAREPARE, KILASSULAWESI – Pemerintah Kota Parepare bersama PWI Kota Parepare menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diikuti oleh sekitar 27 wartawan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Peningkatan Mutu Profesi (LPMP) bekerja sama dengan Lembaga Uji Pikiran Rakyat (PR) dan berlangsung selama dua hari, mulai 20 hingga 21 Februari 2025 di Cafe Lagota.

Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Razak Arsyad, menyatakan rasa syukurnya atas berlangsungnya UKW di Kota Parepare, berkat dukungan dari Pemerintah Kota Parepare dan DPRD Parepare. Ketua PWI Parepare demisioner itu mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari agenda yang telah lama direncanakannya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, anggota Dewan Pers, Paulus Tri Agung Kristanto, menegaskan bahwa PR merupakan lembaga uji yang diakui. “Adanya kekhawatiran teman-teman tak perlu, karena PWI hanya sebagai pihak yang menyediakan kerja sama pendanaan dan peserta. Nantinya, sertifikat akan diterbitkan oleh Dewan Pers dan Pikiran Rakyat,” ungkap wartawan senior Kompas tersebut, Jumat, 21 Februari 2025.

Kekhawatiran sebagian peserta UKW muncul setelah adanya penegasan Dewan Pers tidak memberikan izin kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menggelar UKW, yang termaktub dalam Keputusan Pleno Dewan Pers Nomor 1103/DP/K/IX/2024.

Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, pada Selasa 1 Oktober 2024, menjelaskan bahwa Dewan Pers tidak mengizinkan PWI sebagai lembaga uji untuk melaksanakan UKW, baik secara mandiri maupun difasilitasi.

Dewan Pers meminta kepada kedua kepengurusan PWI untuk menyepakati dan menunjuk nama yang akan mewakili organisasi terkait Badan Penyelenggaraan Anggota (BPPA).

Dewan Pers menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga integritas dan kelancaran organisasi kerja serta memastikan kepentingan seluruh anggota PWI tetap terlindungi.

Dengan adanya kegiatan UKW ini, diharapkan para wartawan dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya dalam menjalankan tugas jurnalistik.(*)

Pos terkait