Ramadan di Lapas IIA Parepare: Sholat Tarawih dan Tadarus Al-Qur’an

PAREPARE, KILASSULAWESI – Lapas Kelas IIA Parepare menggelar Sholat Tarawih berjemaah bagi Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama bulan suci Ramadan 1446 H/2025 M. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Seksi BIMNADIK Much. Zaenal F, S.Sos, MM dan Kasubsi Bimkemaswat Nur Alim Syah, SH, serta didukung oleh seluruh pejabat struktural dan fungsional Lapas.

Pada pelaksanaan hari kedua, seluruh Pejabat Struktural Eselon IVA, VA, Pejabat Fungsional Umum dan Khusus, serta petugas bantuan keamanan turut hadir. Sholat Tarawih dibagi menjadi dua lokasi, yaitu di Tribun Aula untuk petugas dan WBP perempuan, serta di Masjid At Taubah untuk petugas dan WBP pria.

Bacaan Lainnya

Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah serta program layanan pembinaan dan bimbingan keagamaan kepada WBP. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2022 Pasal 9 dan Pasal 29 UUD 1945, negara menjamin hak keagamaan setiap penduduk untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI serta 21 Arahan dan Perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Kepala Lapas IIA Parepare, Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH, menyambut baik pelaksanaan Sholat Tarawih dan Tadarus Al-Qur’an yang berjalan lancar, aman, dan tertib. Beliau mengucapkan terima kasih kepada panitia yang bekerja keras sehingga seluruh rencana kegiatan selama bulan Ramadan terlaksana dengan baik. Totok Budiyanto juga memberikan motivasi kepada WBP untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan menanamkan nilai-nilai kebaikan.

Sholat Tarawih dan Tadarus Al-Qur’an ini dipimpin oleh Ustadz Asdar, S.Pd dari Kantor Kementerian Agama Kota Parepare. Dalam tausiyahnya, Ustadz Asdar mengajak WBP untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri agar lebih siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.

Salah satu WBP yang turut serta dalam Tadarusan mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti kegiatan ini. “Ramadhan di Lapas IIA Parepare tetap terasa bermakna. Dengan Tadarusan ini, saya merasa lebih tenang dan berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi WBP selama bulan suci Ramadan, sehingga mereka dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan protokol kesehatan, dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.(*)

Pos terkait