Kota Parepare Berduka: Kehilangan Sang Penyiar Radio Legendaris, Ambo Logo

Masjid Raya dipadati jemaah yang ikut menyalatkan jenazah Almarhum Ambo Logo

PAREPARE– Innalillahi wa innailaihi rajiun. Langit Kota Parepare diliputi rasa kehilangan yang mendalam pada Rabu, 9 April 2025. Di Masjid Raya Parepare, ratusan warga berkumpul untuk mengantarkan kepergian seorang tokoh yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka, Muh Shabir Umar Bin Umar Bengga, atau yang lebih dikenal dengan nama Ambo Logo. Penyiar legendaris Radio Mesra yang telah menghiasi gelombang udara sejak 1988 ini tutup usia pada pukul 19.10 WITA.

Ambo Logo dikenang sebagai penyiar yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai keislaman dengan cara yang ringan dan penuh makna. Program-program populernya seperti Obrolan Santai (Obras), Obrolan Sahur, dan Obrolan Sore Islam telah menemani masyarakat Parepare selama puluhan tahun, terutama di bulan Ramadan, menjadi momen istimewa yang menyatukan pendengar dalam kehangatan suara dan pesan positif.

Bacaan Lainnya

Dalam prosesi pemakamannya, suasana haru terpancar dari ratusan pelayat, termasuk tokoh masyarakat dan pejabat penting Sulawesi Selatan, seperti anggota DPRD Sulsel dan Bendahara Umum NasDem Sulsel, Muhammad Sadar; Sekretaris Daerah Parepare, Husni Syam; Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir; serta tokoh agama dan pengusaha Parepare. Kehadiran mereka menunjukkan betapa besar pengaruh dan kecintaan masyarakat terhadap sosok Ambo Logo.

Imam Masjid Raya, Nurdin Samad, memberikan sambutan yang menyentuh hati, meminta semua yang hadir untuk bersaksi atas kebaikan almarhum selama hidupnya. “Kepergiannya adalah kehilangan yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi bagi seluruh masyarakat Parepare yang merasa dekat dengan sosok dan suara almarhum,” ujarnya.

Senada, Anggota DPRD Sulsel Muhammad Sadar, yang telah mengenal almarhum sejak tahun 1995, berbagi kenangan pribadi tentang Ambo Logo yang dikenal sebagai sosok sederhana, penuh tawa, dan mudah bergaul. “Ambo Logo adalah figur yang memberikan warna positif di setiap interaksi dan program-program radionya,” kenangnya dengan penuh emosi, usai Salat Jenazah, Kamis, 10 April 2025.

Setelah prosesi salat jenazah, almarhum Ambo Logo dikebumikan di kampung halamannya di Rappang. Kepergiannya menyisakan duka mendalam, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi para pendengar Radio Mesra, mengingat betapa kuatnya pengaruh nilai-nilai yang ia sebarkan melalui gelombang radio.

Ambo Logo akan selalu dikenang sebagai pelita yang tak pernah padam, menyinari hati masyarakat Parepare dengan suara dan dedikasinya. Semoga kebaikan dan warisan yang ia tinggalkan menjadi amal jariyah yang mengalir abadi.(*)

Pos terkait