Dua Santri Pondok Pesantren Zubdatul Asrar NU Parepare Lolos ke Universitas Al-Azhar Kairo

Zulfaiq Syamil dan Ahmad Fariz Dzakwan

PAREPARE– Pondok Pesantren Zubdatul Asrar NU Lappa Angin, Watang Bacukiki, Kota Parepare, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dua santri mereka, Zulfaiq Syamil dan Ahmad Fariz Dzakwan, berhasil lolos seleksi penerimaan mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, berdasarkan Surat Dirjen Pendis Kementerian Agama RI No. B-246/DJ.I/Dt.I.III/PP.04/5/2025 tentang Hasil Akhir Seleksi Calon Mahasiswa Indonesia ke Universitas Al-Azhar Kairo Tahun 2025.

Kesuksesan ini menjadi bukti dedikasi dan kerja keras para ustadz dan ustadzah dalam membimbing serta mendidik para santri. Universitas Al-Azhar sendiri merupakan salah satu universitas tertua di dunia yang didirikan oleh Dinasti Fathimiyah pada tahun 970 M, dan dikenal sebagai pusat pendidikan Islam yang berpengaruh secara global.

Meski tergolong baru, Ponpes Zubdatul Asrar NU telah menunjukkan eksistensi yang luar biasa di dunia pendidikan. Dua tahun lalu, santri mereka sukses meraih prestasi di ajang Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), dengan tiga santri menyabet juara pertama dan tiga lainnya meraih juara kedua dalam kompetisi tingkat Sulawesi Selatan, serta satu santri mendapatkan gelar Harapan 1 di tingkat nasional yang digelar di Ponpes Sunan Drajat, Jawa Tengah.

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari bimbingan para masayikh, pemerintah, warga NU, serta tokoh-tokoh masyarakat. Prof. Dr. Kiyai Hannani, MA, selaku pimpinan Pondok Pesantren Zubdatul Asrar NU sekaligus Rektor IAIN Parepare, turut berperan dalam mendorong pengembangan pendidikan di pesantren tersebut.

Ustadz Sodiq Umar, salah satu pembina di Pondok Pesantren Zubdatul Asrar NU, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Ini adalah hasil dari usaha dan doa yang tidak putus dari para santri serta dukungan penuh dari masyarakat. Kami berharap mereka dapat membawa ilmu yang bermanfaat dan menjadi bagian dari generasi penerus yang berkontribusi bagi umat,” ujarnya.

Meski telah mencetak prestasi gemilang, para pembina dan santri Pondok Zubdatul Asrar NU tidak berpuas diri. Mereka menyadari bahwa tantangan ke depan semakin besar dan beragam. Diperlukan kecerdasan dalam mengelola perubahan agar tetap mampu menghasilkan generasi yang berkontribusi bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan spiritual yang terus berkembang. (*)

Pos terkait