Duka Polewali Mandar: Wafatnya Komjen Pol (Purn.) Jusuf Manggabarani, Putra Daerah Berjasa untuk Bangsa

JAKARTA – Bangsa Indonesia berduka atas wafatnya salah satu tokoh besar kepolisian, Komjen Pol (Purn.) Jusuf Manggabarani, pada Selasa, 25 Mei 2025. Kepergian beliau bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, menambah kesan mendalam bagi rakyat yang mengenangnya sebagai sosok yang berjasa dalam penegakan hukum dan ketertiban negara.

Kesedihan ini turut dirasakan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman. Seusai menunaikan salat Ashar, Mentan Amran yang tengah berada di Kalimantan Selatan untuk urusan keluarga langsung bertolak kembali ke Jakarta. Tanpa menunda waktu, ia bergegas menuju tempat persemayaman almarhum di Kompleks Latihan Brimob, Cikeas Udik.

Bacaan Lainnya

Tiba tepat pukul 12 dini hari, pemilik Tiran Group ini menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada keluarga mendiang yang diwakili oleh Erwin Aksa. Suasana haru menyelimuti persemayaman, dengan peti jenazah yang berbalut kalimat tauhid serta Sang Saka Merah Putih sebagai tanda penghormatan. Empat personel Brimob berjaga dengan persenjataan lengkap, bergantian setiap dua jam sebagai bentuk penghormatan tinggi bagi sosok yang dikenal sebagai “Bapak Brimob.”

Dalam heningnya malam, Mentan Amran mendekati peti jenazah dan duduk dengan khidmat seperti dalam duduk di antara dua sujud. Dengan tangan yang tertangkup, ia memanjatkan doa agar almarhum diberikan kelapangan di alam kubur dan segala dosa-dosanya diampuni oleh Allah Swt.

Usai mengirimkan doa, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) ini berbincang dengan Erwin Aksa serta menghibur keluarga yang ditinggalkan. Kehadirannya memberikan dukungan moral dalam masa-masa sulit ini, mengingat pentingnya kebersamaan dalam menghadapi kehilangan seorang sosok panutan.

Meski lelah setelah perjalanan pulang-pergi dari Kalimantan Selatan, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) dan Koordinator Presidium Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Himpuni) ini tetap menyempatkan waktu untuk melayat. Baginya, kepergian mantan Wakapolri ini bukan sekadar kehilangan pribadi, tetapi juga duka yang dirasakan oleh seluruh bangsa.

Melayat atau bertakziah memiliki keutamaan besar, baik bagi yang hadir maupun keluarga yang ditinggalkan. Selain memberikan dukungan dan penghiburan, tradisi ini juga mengingatkan setiap individu akan kefanaan hidup serta pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah dunia.

Komjen Pol (Purn.) Jusuf Manggabarani lahir pada 11 Februari 1953 dari pasangan Andi Hasan Manggabarani dan Andi Mani Intan. Merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akabri) tahun 1975, Jusuf dikenal sebagai putra daerah asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam kariernya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia mendampingi Jenderal Timur Pradopo, meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat dalam institusi kepolisian.

Dengan kepergian beliau, bangsa kehilangan salah satu tokoh besar kepolisian yang telah mendedikasikan hidupnya untuk keamanan dan penegakan hukum. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.(*)

Pos terkait